[Ulasan] Zutto Mae kara Suki deshita: Kokuhaku Jikkou Iinkai

Sebenarnya Zutto Mae kara Suki deshita ini anime lama, tapi baru saya tonton. Film layar lebar yang diambil dari manga seri Kokuhaku Yokou Renshuu buatan HoneyWorks (Vocaloid) ini awalnya benar-benar sangat dinanti. Saya saja sudah mendengarkan lagunya sebelum filmnya tayang.

Video promosinya saja sudah membuat penasaran dengan beberapa lagu terkenal yang dipamerkan di dalamnya. Tapi ceritanya bagaimana? Itulah yang saya bahas kali ini, yuk simak.

Cerita
Sayangnya cerita yang diambil bukanlah sesuatu yang luar biasa. Konsepnya sama seperti pada beberapa anime romantis lainnya. Yaitu tentang cewek yang malu untuk mengutarakan cintanya, yang membuat si cewek akhirnya melakukan hal lain agar tidak diketahui cowoknya.

Maksudnya begini, dalam film ini ada beberapa karakter yang memang disorot, hanya saja lebih difokuskan ke Natsuki Enomoto dan Yuu Setoguchi. Jadi Natsuki ini suka ke Yuu tapi dia sulit untuk mengutarakannya. Jadi dia berpura-pura latihan nembak bareng Yuu.

Di sisi lain, teman-temannya Natsuki pun sama. Hanya beda kasus, ada yang belum pernah pacaran, ada yang suka tapi boro-boro bilang, yang memang sama seperti Natsuki. Khusus untuk Natsuki di sini, dia memiliki alur cerita yang sedikit berbeda. Di mana ada cowok yang lain menyukainya namun dirinya tidak tahu. Nah, cinta segitiga di sini pun di mulai.

Grafis
Studio yang menangani adalah Qualia Animation. Jujur saja saya suka dengan grafisnya, jarang-jarang beberapa anime memiliki grafis yang bagus seperti ini. Meski beberapa gerakannya tidak halus layaknya anime aksi, tapi toh ini bukan aksi.

Karakter
Sebenarnya tidak ada yang spesial, hanya saja hubungan antar tokoh memiliki nilai khusus di sini. Seperti Natsuki dan Yuu, Akari dan Mochizuki, juga Haruki dan Miou. Masing-masing memiliki masalah yang mirip namun dengan kasus yang berbeda. Dari ketiga tersebut entah kenapa saya paling suka dengan Akari dan Mochizuki. Mereka tidak pernah mengobrol satu sama lain, tapi ketika bertemu mereka seperti ada sesuatu. Ahahaha. Kalau Haruki dan Miou sendiri sering ketemu dan jalan bareng, tapi keduanya tidak menyadari perasaannya masing-masing.

Oh iya, seperti yang katakan sebelumnya, anime ini lebih difokuskan ke Natsuki dan Yuu. Jadi cerita tokoh lain hanya pendukung dan hingga akhir tidak selesai. Kelanjutannya pun seharusnya sudah ada tanggal 17 kemarin. Tapi saya tunggu Cakram Birunya saja, hehe.

Eh, tunggu. Saya baru sadar yang menyuarakan Natsuki Enomoto ternyata Mbak Haruka Tomatsu, yang menyuarakan Asuna Yuuki di sword art online. Tapi saya malah enggak tahu kalau itu seiyuunya Asuna, suaranya malah lebih mirip Hana Miyakoshi dari anime WWW.Working!!

Musik
Lagu Pembuka: Koi-iro ni Sake 「恋色に咲け」 oleh CHiCO bersama HoneyWorks
Lagu Penutup: Ippun Ichibyou Kimi to Boku no 「一分一秒君と僕の」 oleh Honeyworks meets Sphere

Karena memang project-nya HoneyWorks, jadi banyak insert song HoneyWorks yang dimainkan di sela-sela adegan. Dan saya akui lagunya memang bagus. Saya juga sudah mendengarnya sebelum film ini tayang. Malah sering didengarkan jadi lumayan hafal waktu dinyanyikan di filmnya.

Untuk efek suara saya enggak komen deh, yang jelas mah sama kayak anime romantis lainnya. Cuma yang membedakan insert song-nya ini. Bagus.

Kenikmatan Menonton
Kalau dibuat seri TV dengan konsep yang sedikit diubah biar enggak bosan kayaknya bagus, deh. Apalagi enggak cuma sebatas pada satu tokoh.

Yah, untuk hiburan dan mengisi waktu luang menurut saya anime ini layak banget buat ditonton.


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 8
Karakter: 9
Musik: 9
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.6/10

4 gagasan untuk “[Ulasan] Zutto Mae kara Suki deshita: Kokuhaku Jikkou Iinkai

  • 23 Desember 2016 pukul 18:40
    Permalink

    Keren sumpah Review nya wkwkkw, Saya jadi belajar sesuatu tentang Review anda. Detail sekali ya sampai Seiyuu nya juga !!! saya kurang peduli sih dengan gituan tapi nanti saya akan coba xD sukses buat anda :3

    Balas
    • 23 Desember 2016 pukul 18:55
      Permalink

      Sebetulnya gk detail juga, kok. Cuma jujur aja saya nonton anime suka lirik seiyuu-nya. Apalagi kalo ada seiyuu favorit, pasti tek tonton meski genre ny saya gk suka. ahahaha. ε=ε=ε=┌(;*´Д`)ノ

  • 23 Desember 2016 pukul 19:20
    Permalink

    setuju deh sama ulasannya, hehe..

    aku juga lagi nunggu kelanjutan ceritanya, endingnya bikin rada gregetan sih.

    Balas
    • 23 Desember 2016 pukul 19:34
      Permalink

      iya nih, nungguin ending Akari x Mochizuki malah bubar duluan. (ಥ_ಥ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: