[Ulasan] Wakaba*Girl

Apa ini?! Kenapa cuma 7 menit doang durasinya?! Saya pikir bakal 20 menit seperti kebanyakan anime pada umumnya. Kebiasaan enggak lihat informasinya sih, asal ambil jadi kayak gini.

Anime ini menarik perhatian saya gara-gara grafis yang lucu, yang dalan pikiran saya ini pasti bergenre keseharian yang menyegarkan. Anggap saja pengganti Kiniro Mosaic dimusim sebelumya, dan di episode awal ternyata benar, eh malah dikejutkan dengan ending yang sangat cepat. Saya enggak lihat durasi ketika nonton, gara-gara terlalu nikmat mengikuti cerita.

Baiklah, langsung saja

Cerita
Namanya genre keseharian, pasti asyik dan setiap episode itu selalu disuguhkan cerita baru yang segar, tapi masih berkelanjutan dari cerita sebelumnya. Anime ini bercerita tentang seorang gadis kaya raya bernama Wakaba Kohashi yang tidak punya teman. Dan bertekad untuk mencari kehidupan baru dengan memiliki teman saat masuk SMA. Dan pertama masuk sudah dapat tiga teman.
Oh, iya, Wakaba ini ingin hidup layaknya gadis SMA pada umumnya, dia sendiri menyebutnya “Gyaru”. Meski banyak adegan lucu, tapi terkadang memperlihatkan cerita yang sedikit memilukan, cuma sedikit tapi.

Grafis
Seperti yang bilang saat pembukaan, pengganti Kiniro, benar entah kenapa saya merasa rada-rada mirip. Bahkan suaranya Moe-chan mirip dengan Alice, tapi ternyata beda pengisi suara.

Karakter
Ada empat tokoh yang sering disorot, yah … bagaimana pun juga ini memang cerita tentang Wakaba dan tiga temannya, diantaranya:
Wakaba Kohashi, dia gadis kaya raya. Tapi dia agak kurang dipelajaran, terutama matematika. Sifatnya lucu, mengingatkan saya pada Tsumugi Kotobuki dari K-ON yang selalu ingin melakukan hal yang orang “biasa” lakukan. (biasa: dalam arti bukan orang kaya)
Ada juga Mao Kurokawa, tampangnya mirip Maki di Love Live, asem jadi kangen main Game-nya. Sifatnya agak tomboi tapi sebenarnya terlihat tomboi itu gara-gara jahilnya, dia pun orangnya malas dan blak-blakan. Kalau main ke rumah teman, dia suka asyik sendiri dengan main-main bagaikan rumahnya sendiri, padahal baru pertama kali ke rumah temannya. Tapi dia sopan, kok. Cuma blak-blakan.
Yang ketiga ada Nao Mashiba, biasa dipanggil “Shiba-san”. Dia juga yang paling dekat dengan Mao. Shiba ini hampir sama kayak Mao, cuma tomboinya enggak kayak Mao yang masih memperlihatkan kefeminimannya. Shiba sangat suka bermain game, pernah dia bilang waktu SMP main sepak bola. Cara bicaranya pun kayak cowok, tapi anehnya dia D-Cup!
Dan yang terakhir Moeko Tokita, saya kepincut sama suaranya yang imut. Dia ini benar-benar tokoh yang paling feminim, dia juga pandai membuat kue, tapi kurang dalam pelajaran olahraga. Enggak ada sifat khusus sih, mungkin bisa dibilang dia yang paling normal?

Kalau disuruh memilih, saya pilih Shiba. Soalnya dia megane.

Musik
Karena berdurasi pendek, jadi cuma ada lagu pembuka berjudul “Hajimete Girls! 「初めてガールズ!」 oleh Ichinen Fuji-gumi (Ari Ozawa, Mikako Izawa, Mao Ichimichi, Rie Murakawa)

“Ping Pong Narashite! Ping Pong Girls Ganbare!”
Aih, enggak bosen-bosen dengerinnya. Untuk efek suara sebenarnya biasa saja, enggak ada yang aneh maupun spesial. Soalnya ini anime keseharian, jadi cocoklah dan pas kalau ada adegan lucu. (Semoga paham maksud saya)

Kenikmatan Menonton
Jelas menikmati setiap adegannya, dan yang paling disayangkan itu cuma satu hal; durasinya kurang!!!


Penilaian
Cerita: 9
Grafis: 8
Karakter: 9
Musik: 9
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.8/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: