[Ulasan] Under the Dog – Episode 00

Serius, saya sudah banyak konsep ulasan anime, tapi malas mengetik dan akhirnya lupa, terus dibiarkan. Nah, kebetulan ini baru nonton dan biar enggak lupa, jadi langsung ketik. Eh, ujung-ujungnya baru dirilis sekarang. Ini saya ketik tanggal 06 Agustus, btw.

Saya kasih embel-embel episode 00 karena siapa tahu ada seri TV-nya. Meski dari mal saya belum menemukannya, sih. Yah, anime ini memang tak terduga. Serius, saya saja kaget. Oke, langsung saja.

Oh, iya, saya masih mencari relawan buat jadi kontributor di kunime.

Cerita
Ceritanya menyorot ke gadis SMA yang pindah ke SMA lain di akhir tahun ajaran. Alasannya karena sebuah misi. Yap, dia ini sedang dalam tugas. Tugasnya melindungi target, yang apabila putih harus dilindung, tapi bila hitam, mau-enggak-mau harus dibunuh.

Saya sendiri masih belum tahu apa hubungan antara organisasi si tokoh utama dengan para tentara amerika. Soalnya mereka bertempur dengan tentara di sana. Jadi ceritanya si tokoh utama, sebut saja Hana, dia ditugasi untuk pindah sekolah agar bisa dekat dengan target. Si Target di sini anak SMA bernama Sunichi. Nah, dari pusat Hana diberi tahu kalau target berwarna putih, jadi Hana harus melindunginya, eh, pas diakhir malah jadi hitam. Yap, kalian tahu kan selanjutnya bagaimana?

Saya enggak bahas kelanjutannya, yang jelas ceritanya gantung, enggak tahu bakal dibuat seri atau di buat OVA lagi, atau bahkan tidak sama sekali. Sekadar info, saat ini sudah ada ONA berjudul Under the Dog: Anthea-chan , tapi hanya berdurasi 3 menit. Saya sendiri belum nonton.

Grafis
Grafisnya sendiri bukan main. Yap, adegan tempurnya luar biasa. Studio yang menangani Black Bullet dan Saijaku no Bahamut ini saya akui bagus dalam menggerakkan para tokohnya. Mengingat di anime-anime sebelumnya seperi saijaku tidak begitu seru, dan terlalu banyak bicara dibanding gerakan, tapi di sini digambar dengan bagus. Mungkin karena memang cuma satu episode, ya?

Karakter
Nah, untuk karakter sendiri saya masih bingung. Enggak ada pengenalan lebih lanjut, si Hana pun pengenalannya enggak seberapa, cuma kehidupan di rumahnya dan langsung pergi tugas. Itu pun cuma mengenalkan keluarganya. Terus teman-teman dalam organisasinya sama sekali tidak dikenalkan dengan baik. Belum lagi si Sunichi, sedikit spoiler, diakhir Sunichi bertemu ayahnya cuma dalam bentuk Pandora. Nah, pertanyaannya, kok bisa? Kenapa jadi pandora?

Pandora sendiri adalah target, kalau putih aman, kalau hitam langsung disebut pandora dan dieksekusi.

Musik
Lagunya sendiri dari yang saya tonton enggak ada. Cuma efek suaranya sudah mantap, bagaimana pun juga ini film aksi, jadi memang luar biasa. Cuma seperti kata ernietinkle di MAL, enggak ada seiyuu yang mantap. Biasa-biasa saja semuanya.

Kenikmatan Menonton
Jujur saja, kalau memang suka aksi tapi enggak suka akhir cerita yang aneh, mending enggak usah nonton. Tapi kalau memang cuma buat hiburan, enggak ada salahnya nonton, sih. Itu saja.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 8
Karakter: 6
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.2/10


7 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *