[Ulasan] Taifuu no Noruda

Lihat sampulnya saya pikir ini animasi layar lebar yang berdurasi lebih dari 60 menit. Ternyata hanya 25 menitan. Grafis yang diperlihatkan pun terlihat menjanjikan, mengingat ini adalah movie. Anehnya anime ini memiliki rating rendah.

Tapi, ternyata rating yang rendah membuat saya semakin penasaran untuk menontonnya. Dan di sinilah saya, sudah menonton dan siap untuk mengulasnya.

Saya peringatkan, akan ada banyak spoiler yang bertebaran!

Cerita
Dari menit pertama, terutama munculnya seorang perempuan yang bernama Noruda membuat saya ini akan menjadi cerita drama percintaan. Tapi ternyata tidak, sama sekali tidak.

Ini adalah cerita mengenai persahabatan dua remaja bernama Shuuichi Azuma dan Kenta Saijou, yang dimenit awal mereka bertengkar dengan alasan yang tidak diketahui.
Perlu diketahui, Azuma dan Saijou sudah berteman sejak kecil, mereka masuk ekskul basball, di mana Azuma yang diajak Saijou untuk bergabung yang memang Saijou sendiri sudah masuk dalam tim (kemungkinan besar tim dalam ekskulnya). Namun, Azuma menganggap selama ini dirinya tidak bisa apa-apa tanpa Saijou, dia merasa seperti mengekor Saijou. Dan saat itulah Azuma memutuskan untuk keluar dari ekskul. Saijou yang tidak terima pun memukul Azuma dan pertengkaran mereka menjadi tontonan teman sekelas. Kemungkinan besar begitu alasan mereka bertengkar.

Lalu apa hubungannya dengan “Taifuu” (Topan)? Nah, terlepas dari persahabatan remaja ini, Azuma tanpa sengaja bertemu dengan Noruda, perempuan yang mengaku akan melahirkan planet bumi kembali dengan cara menghubungkan pusaran langit dengan dirinya. Pusaran langit itu adalah topan besar. Tapi, aksinya itu justru membahayakan Noruda sendiri, dan Azuma yang mengetahuinya berniat menyelamatkan dengan bantuan Saijou. Disinilah persahabatan mereka di uji, maksudnya …, Saijou sudah tidak mau tahu lagi mengenai Azuma karena telah keluar dari tim, bahkan dia tidak memercayai lagi apa yang dikatakan Azuma.

Jujur saja, setelah menonton ini agak sulit juga apa sih makna dari film ini? Eksekusi cerita juga kurang, sehingga makna yang terkandung sulit ditebak, meski sebenarnya diakhir cerita juga akan sedikit diberi penjelasan, terutama gambar-gambar saat lagu penutup.

Selain itu, Noruda yang tidak jelas tokohnya membuat saya agak bingung, kalau ini cerita persahabatan, kenapa harus ada topan? Bukankah hal yang sederhana akan lebih bagus? Kecuali kalau memang jelas tokohnya. Maksud saya, Noruda tidak diceritakan alasan melahirkan bumi kembali (lebih tepat menghancurkan … mungkin), dari mana dia berasal, alien? Manusia dari masa depan? Atau manusia yang tinggal di ruang angkasa?

Grafis
Sebenarnya enggak ada yang spesial, cuma saya suka dengan desain dan penggambaran 3D dari kapal ruang angkasanya.

Karakter
Pengisi suaranya lucu, bagaimana ya bilangnya … lucu dalam artian aneh, tokoh yang disuarakan berasa kaku. Adegan takut, suaranya enggak ketakutan, kurang mendalami.

Untuk tokoh, yah … sudah saya katakan sebelumnya dibagian cerita, karakternya kurang pengenalan. Terutama si Noruda, untuk dua remaja yang sedang memadu kasih persahabatan, saya akui ini film pendek, jadi enggak apa, deh. Di akhir cerita juga sudah cukup dengan alasan mereka bertengkar.

Musik
Arashi no Ato de 「嵐のあとで」 oleh Galileo Galilei

Enggak banyak sih, saya suka lagu penutupnya, selain itu … efek suara yang diberikan terdengar hidup, terutama saat badai topan menghantam sekolah.

Kenikmatan Menonton
Memang rating yang tertera tidak menipu, meski terus terang saya menikmati setiap adegan yang ada, kok. Cuma agak kesal saja dengan Noruda, masa perannya cuma kayak gitu?!

Tapi ceritanya menarik.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 7
Karakter: 6
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.0/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *