[Ulasan] Sword Art Online II – Phantom Bullet

SAO 2

GGO, Gun Gale Online, begitulah tema dari season kedua ini. Niatnya mau saya ulas setelah tamat, tapi ternyata episode 14 ini ceritanya sudah berakhir. Dan dilanjutkan kembali dengan cerita berbeda di episode 15.
Nah, makanya sekarang saya bakal ulas. Oh, saya juga membaca novel ringannya, tapi cuma sampai (Kalau dikartun) episode 3.

Jadi, ceritanya tentang Kirito (Kazuto Kirigaya) yang disuruh Seijirou Kikuoka untuk memainkan game VRMMO GGO dengan alasan menyelidiki tentang kasus penembakan yang terjadi di GGO dan mengakibatkan kematian juga pada pemain di dunia nyata. Pelakunya sendiri adalah Death Gun, seorang mantan pemain SAO yang masuk serikat Laughing Coffin (Baca: Rafin Kofin). Di SAO sendiri, serikat Rafinkof (Singkatan dari Rafin Kofin yang biasa disebut Asuna) termasuk dalam Red Player atau pemain yang membunuh pemain lain demi kepuasan sendiri atau alasan tertentu.
Yah, karena saya tahu, banyak sekali penggemar Sword Art Online, jadi saya tidak akan menceritakan banyak-banyak, karena memang sudah banyak yang tahu tentang inti cerita dari Sword Art Online II ini.
Oh, mungkin saya akan menjelaskan cara Death Gun membunuh pemain lain di postingan selanjutnya lainnya.
Jadi, tunggu saja, ya. Klik Disini.

Cerita
Dari pandangan saya yang juga mengikuti novelnya sudah lumayan, tidak seperti season pertama yang banyak adegan terlewatkan. Tapi di season kedua ini benar-benar terlihat semua, bahkan hampir tidak ada yang terlewatkan.

Grafis
Banyak hal yang salah ketika saya membayangkan tempat dan latar belakang saat membaca novel ringannya, mulai dari tempat GGO yang seperti pabrik dan serba hitam. Saya pikir bakal sama seperti game fantasi lain yang banyak hutan dan semacamnya. Dan beberapa lainnya.
Penggambarannya juga sudah cukup detail, tidak ada gambar yang diulang-ulang dan semua staff saya pikir sudah bekerja dengan sangat keras untuk membuatnya.

Karakter
Ah, kalau soal karakter saat pertama lihat Paman Kikuoka, saya pikir dia sang pelaku. Soalnya raut mukanya kadang nunjukkin ekspresl sinis, tapi ternyata dia hanya karakter yang blak-blakan.
Dan, untuk Sinon (Shino Asada) adalah karakter favorit saya. Alasan utama adalah karena berambut pendek dan kacamata, alasan kedua karena dia penembak jitu, alasan ketiga tentu saja karena dia manis. Hehe. Sifat dan karakter digambar dengan sosok pendiam, kalem, dan cool.
Pengenalan karakter juga bagus dengan ada adegan kilas balik mengenai kehidupan Sinon. Dan kirito memakai avatar langka yang mirip perempuan, bahkan kirito memanfaatkan karakter perempuan tersebut untuk menipu pemain lain dengan berpura-pura sebagai perempuan.

Musik
Lagu pembuka dibawakan oleh Eir Aoi dengan judul “IGNITE”, dan lagu penutup oleh Luna Haruna dengan judul “Startear”.
Karena saya maniak dengan senjata berpeluru, mungkin saya hanya membahas mengenai efek suara senjata saja, saya suka dengan suara Hecate milik Sinon, tidak disangka suaranya terdengar mantep dan saya bisa merasakan betapa berat Hecate itu, juga pelatuk yang sedikit keras namun empuk ketika ditekan.
Juga suara Beam Sword milik Kirito, meski saya tidak menyukai bentuk senjatanya, tapi saya suka efeknya.

Kenikmatan Menonton
Dibilang enjoy tapi ada beberapa adegan yang membuat saya kecewa, seperti kemesraan Kirito dan Sinon yang tidak langsung. tapi ending setiap episode membuat saya penasaran, dan akhirnya secara tidak langsung saya menikmati ceritanya karena memang penasaran ingin melihat kelanjutannya.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 9
Karakter: 8
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.8/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: