[Ulasan] Shimoneta to Iu Gainen ga Sonzai Shinai Taikutsu na Sekai

Saya tahu, saya tahu, semua anime sudah masuk episode 9. Dan saya masih tetap dengan konsep pengulasan saya dimana yang diulas hanya episode 1 – 6, selebihnya masuk ke ulasan tahap kedua.

Baiklah, untuk yang kedua ini saya mengulas Shimoneta. Jujur saja saya enggak membaca sinopsis sama sekali, dan langsung mendapat banyak hal menarik di episode satunya. (Kamu pasti tahu maksud saya)

Sebelumnya saya peringatkan tulisan ini mengandung banyak SPOILER.

Cerita
Konsep cerita ini cukup unik, bila dibandingkan mungkin sama dengan Seitokai Yakuindomo. Maksud saya sama dalam hal joroknya. Namun hal joroknya terlalu ekstrim. Bagaimana tidak, anime ini bahkan lebih mendekati Hentai daripada hanya dibilang “Ecchi” atau sebut saja anime mesum dalam takaran sedang. Tapi ini …? Takarannya sudah tinggi.

Selain itu, maksud unik disini adalah cerita yang lumayan tidak biasa. Dimana semua orang yang berkata/menyebut, menggambar, membentuk, melakukan hal mesum dalam bentuk apa pun akan ditangkap oleh pihak berwajib. Pemberlakuan ini sudah dilakukan selama satu dekade lebih.

Namun, ada seorang teroris cabul yang disebut sebagai Medan Salju Biru. Dia adalah seorang wanita yang menentang adanya hukum tidak boleh berkata jorok. Dalam aksinya, dia menutupi wajahnya dengan celana dalam, bahkan selalu berbicara kotor, tidak … lebih tepatnya melawak jorok.

Selain itu ada akademi Tokioka yang adalah akademi moralisi paling elit di Jepang. Yang ternyata teroris tersebut adalah salah satu pelajar dari akademi Tokioka, dan dimulailah aksi menyebarkan hal mesum ke semua orang di Jepang.

Grafis
Entah kenapa penggambaran karakter dari Anna Nishikinomiya mirip dengan anime Ore no Kanojo to Osananajimi ga Shuraba Sugiru. Atau cuma firasatku saja? Saya enggak memeriksa MyAnimeList.

Karakter
Dimulai dari sang tokoh utama, Tanukichi Okuma. Dia adalah remaja dengan tingkat moral dan etika terendah, dengan kata lain dia mengerti apa yang dibicarakan oleh sang teroris saat berbicara kotor. Namun berkat itu, dia langsung menjadi anggota OSIS yang diketuai oleh Anna yang dimana dia adalah perempuan yang memang ingin Tanukichi temui, lebih tepatnya Tanukichi kagumi. Makanya dia masuk akademi Tokioka.

Karakter Anna sendiri adalah karakter yang benar-benar polos, maksud saya dia sama sekali tidak paham mengenai hal yang tidak senonoh. Namun karena kepolosannya tersebut, dia adalah bintang karakter di episode-episode berikutnya. Sungguh! Kamu pasti paham maksud saya bila sudah menontonnya!

Dan, ada juga Ayame Kajou, yang ternyata dia adalah “Medan Salju Biru”, si teroris lawakan selangkangan. Karena ulahnya, Tanukichi pun akhirnya menjadi rekannya dan resmi menjadi teroris lawakan selangkangan. Bahkan tidak sampai di situ, bergabung lagi satu karakter bernama Otome Saotome yang disuarakan oleh Satomi Arai. Dia jago menggambar, bahkan oleh Ayame dia dimanfaatkan untuk menggambar hal tidak senonoh.

Omong-omong, mereka (teroris) menyebut dirinya organisasi “SOX”. Selain itu, SOX pun tidak hanya merekrut satu anggota, di episode 7 kalau tidak salah lihat dari cuplikannya muncul lagi perempuan bernama Kosuri Onigashira yang disuarakan oleh Yui Horie.

Oh, iya, saya lupa satu karakter, dia adalah Raiki Gouriki, yang sering dipanggil gorila. Dan yang paling mengejutkan diepisode sekian sikapnya berubah menjadi homo!

Musik
Lagu Pembuka: B Chiku Sentai SOX 「B地区戦隊SOX」oleh SOX
Lagu Penutup: Inner Urge oleh Sumire Uesaka

Entah kenapa saya lebih suka mendengarkan lagu penutupnya, meski saya tidak bisa mengatakan bahwa lagu pembukanya tidak enak didengar.

Omong-omong, saya suka saat adegan dipenghujung episode satu. Itu, lo, yang saat proses penyatuan lalat. Di situ BGM-nya menggelegar, benar-benar bikin hidup.

Kenikmatan Menonton
Meski anime ini diberi peringatan karena banyak adegan yang terlalu ekstrem, tapi komedinya benar-benar bikin ngakak.

Apalagi episode 4 yang benar-benar memperlihatkan karakter Anna yang sesungguhnya.


Penilaian
Cerita: 9
Grafis: 7
Karakter: 8
Musik: 8
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.2/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *