[Ulasan] Plastic Memories

Plastic Memories

Niatnya mau mengulas Ore Monogatari, tapi malah baru nonton sampai episode 5. Jadi malam ini Plastic Memories dulu yang kebetulan baru selesai nonton episode 6 kemarin.

Ada yang tahu “Angel Beats!”? Katanya sih mirip-mirip gitu. Benarkah? Mari saya ulas.

Sebelumnya, mungkin ini agak sedikit spoiler.

Cerita

Berlatar belakang masa depan dimana Android telah tercipta yang wujudnya bahkan mirip sekali dengan manusia. Dan Android tersebut disebut Giftia dengan memiliki perasaan yang sama layaknya manusia.
Di sini diceritakan kalau setiap Giftia memiliki usia yang telah ditetapkan, yaitu 9 tahun 4 bulan. Dan bila sudah mencapai umur tersebut, sang tokoh utama bernama Tsukasa Mizugaki, selaku karyawan dari sebuah perusahaan SAI dimana dia bertugas untuk menarik Giftia yang usia hampir habis.

Lalu, apa yang terjadi bila Giftia sudah habis usia? Petugas SAI akan menariknya dan mematikan programnya, dan bila tidak segera dimatikan, sang Giftia akan berubah menjadi tak terkendali.

Dan, kenapa judulnya Plastic Memories? Ini hanya asumsi saya, jadi tidak perlu dipercaya. Giftia adalah android yang memiliki perasaan, dan setiap manusia dapat menggunakannya sebagai manusia juga, sebut saja teman, orang tua, anak, atau pacar … mungkin? Nah, bila usia mereka sudah 9 tahun 4 bulan, maka akan ditarik dan dimatikan. Inilah yang menjadi alasannya, bukankah mereka (Giftia) sudah memiliki berbagai ingatan dan kenangan selama hidupnya? Namun apa mau dikata, bila sudah waktunya ditarik maka akan dimatilan. Semoga kamu mengerti maksud saya.

Oh, iya. Setiap petugas yang bekerja akan ditemani oleh Giftia sebagai rekan kerja. Semoga kamu mengerti lagi.

Grafis

Saya enggak tahu anime ini digarap oleh studio apa, namun dari yang saya perhatikan sepertinya desain grafisnya mirip dengan Mikakunin de Shinkoukei. Apalagi desain karakternya. Dan setelah saya telusuri ternyata memang digarap oleh studio yang sama, yaitu Doga Kobo.

Untuk keseluruhan sih lumayan, desain karakter juga unik. Jarang-jarang lihat anime dengan grafis seperti ini. Atau mungkin saya yang baru mengetahui grafis seperti ini?

Karakter

Tsukasa Mizugaki, si tokoh utama dipasangkan dengan Isla, seorang Giftia dalam pekerjaannya. Seperti yang saya bilang, Giftia memiliki usia yang telah ditetapkan. Dan di sini, Isla adalah perempuan dan Tsukasa tentu saja laki-laki. Isla adalah Giftia yang memiliki kemampuan khusus, yaitu pandai membuat teh. Namun selain kemampuan itu dia sangatlah ceroboh.

Ada pula karakter lain seperti Michiru Kinushima si tsundere dengan rekan Giftianya, Zack. Dan beberapa lainnya yang bekerja di perusahaan yang sama dengan Tsukasa.

Musik

Lagu Pembuka: Ring of Fortune oleh Eri Sasaki 「佐々木恵梨」
Lagu Penutup: Asayake no Starmine 「朝焼けのスターマイン」 oleh Asami Imai

Lagu pembuka cocok dengan konsep cerita, dan saya menyukainya. Begitu pula dengan lagu penutup yang ngena.
Karena saya terlalu fokus dengan ceritanya, saya jadi mengabaikan efek suaranya. Yang saya ingat cuma beberapa suara yang memang seharusnya ada seperti suara mobil masa depan. Ah, itu tidak penting. Ok, lupakan.

Kenikmatan Menonton

Saya menikmatinya, sungguh. Episode pertama saja sudah membuat hati saya tergerak. Dan saya benar-benar tidak bisa menahan emosi dibuatnya.
Memang, yang tahu “Angel Beats!” tidak ada salahnya menonton “Plastic Memories”.


Penilaian

Cerita: 9
Grafis: 8
Karakter: 7
Musik: 8
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.2/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *