[Ulasan] Overlord

Kita kembali ke musim panas tahun 2015 dulu. Entah kenapa saya teringat saran teman untuk menonton anime ini. Dulu memang sempat tertarik waktu nonton episode pertama. Tapi enggak dilanjut soalnya cari videonya susah. Yah, lebih tepatnya enggak ada takarir yang bagus. Nah, kebetulan sekarang ada jadi langsung tonton dari awal.

Baiklah, langsung ke intinya:

Cerita
Ceritanya memang mainstream, yaitu terperangkap dalam game. Eh, apa bisa disebut “terperangkap”. Dalam anime ini tidak ada penjelasan kalau tokoh utama terperangkap. Hm, begini, saya jelaskan inti ceritanya saja. Jadi, dalam game DMMO-RPG (Dive Massively Multiplayer Online Role Playing Game) yang berjudul Yggdrasil terdapat karakter bernama Momonga. Dia ini memiliki serikat, sebut saja Guild (kalau kalian tidak tahu) yang sangat niat pakai banget memainkan game ini. Dalam guild tersebut terdapat 41 anggota termasuk dirinya.

Nah, entah alasan apa. server Yggdrasil akhirnya tutup usia. Para player yang mengetahuinya akhirnya mulai pensiun. Para anggota pun memercayakan item langka mereka pada Momonga sampai akhir penutupan. Mau dijual atau apa pun itu terserah Momonga. Tapi, Momonga di sini menyimpannya, karena meski begitu dia tetap percaya teman-temannya akan kembali.

Selain itu, ini entah memang fitur dari game Yggdrasil atau apa, soalnya tidak begitu dijelaskan dengan rinci. Jadi, para member termasu Momonga bisa membuat NPC sesuai kriteria yang diinginkan. Ini mungkin mendapatkan fiturnya butuh perjuangan luar biasa. Seperti menjalankan quest atau. Yah, ini cuma asumsi. Lanjut, seperti yang saya katakan sebelumnya, anggota lain memercayakan item-item-nya pada Momonga termasuk NPC-nya.

Ini yang menarik, jadi karena penutupannya tengah malam. Momonga ingin terus berada dalam game sampai waktunya penutupan. Tapi, saat jam 12 tengah malam. Bukannya keluar game, dia malah tetap berada dalam game. Lebih tepatnya ke dunia berbeda. Kenapa? Karena semua NPC bisa berbicara sesuai kriteria yang dibuat anggota termasuk Momonga. Selain itu, namanya memang Yggdrasil, tapi ini bukan game karena ternyata terdapat manusia dan beberapa tempat yang bisa dibilang seharusnya tidak ada.

Mulai dari situ, Momonga pun mencari tahu dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin.

Grafis
Madhouse memang jago kalau bikin kayak gini. Grafisnya bagus. Malah efek 3D-nya keren. Meski beberapa efek game seperti jendela sistem dan lain sebagainya tidak sebagus SAO. Tapi menurut saya sudah cukup.

Hanya saja, karena tokoh utama adalah Caster, jadi mengandalkan sihir. Terus kalau adegan bertarung banyak adu sihir bukan adu fisik. Tapi nanti ada juga, kok, adegan bertarung yang seru. Apalagi di episode-episode terakhir. Soalnya lama.

Karakter
Menurut saya ini tidak biasa. Tapi justru karena tidak biasa ini menjadi anime yang patut untuk ditonton. Kenapa? Biasanya tokoh utama manusia, ‘kan? Kalau di sini bukan berwujud manusia, tapi tengkorak. Bukan hanya itu, entah kenapa Momonga mengingatkan saya pada tokoh utama di Log Horizon. Soalnya sifatnya benar-benar dipertahankan. Jadi enggak kelihatan bego, dan benar-benar menjiwai menjadi seorang raja.

Sisanya NPC, setiap NPC pun memiliki sifat unik. Tapi saya tidak perlu membahasnya. Intinya NPC di sini memang menganggap dirinya NPC, tapi malah lebih nyata dan malah bukan seperti NPC lagi.

Musik
Lagu Pembuka: Clattanoia oleh O×T (Masayoshi Oishi × Tom-H@ck)
Lagu Penutup: L.L.L. oleh MYTH&ROID

Lagu pembuka maupun penutup saya akui bagus. Soalnya enggak ada yang diterlewatkan. Pasti ditonton. Efek game seperti mengeluarkan skill, potion, dan beberapa buff atau yang lainnya keren.

Kenikmatan Menonton
Entah kenapa pas mengulas Overlord, saya merasa terlalu berlebihan dalam menanggapi tiap seginya. Tapi memang bagus, sih. Saya saja noton maraton langsung tamat. Mungkin yang kurang itu ceritanya terlalu lambat. Sampai 13 episode saja belum cukup. Tujuan dan kenapa bisa berada dalam dunia itu pun masih belum diketahui.

Oh, iya, satu lagi. Saya ini suka karakter berwujud manusia, jadi saya agak kecewa kalau Momonga tidak punya wujud manusianya. Ah, mungkin memang beginilah seharusnya.


Penilaian
Cerita: 9
Grafis: 8
Karakter: 7
Musik: 8
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.2/10


4 Comments

    • e buset, dari Neo. Jangan paksa saya menyebutkan secara lengkap. ε=ε=ε=┌(;*´Д`)ノ

    • Weh, keren. (゚O゚)
      kawkawka, aku malah gk kepikiran dota euy, jadi gk ada bayangan sampe mikir, “masa, sih?”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *