[Ulasan] Outbreak Company

Outbreak Company

Sebenarnya ini cuma nonton ulang. Kebetulan lagi pengin nonton yang lucu-lucu. Inget anime ini, jadi ditonton ulang, deh. Dan karena belum pernah saya ulas, jadi sekalian saya ulas, deh.

Langsung saja, lagi malas soalnya.

Cerita

Jadi anime ini bercerita tentang seorang otaku bernama Shinichi Kanou yang melamar pekerjaan di suatu perusahaan di Jepang. Perusahaan itu memang sengaja mencari otaku untuk jadi bekerja bersama perusahaan tersebut. Dan Shinichi pun diterima. Lalu apa pekerjaannya? Nah, ini yang seru. Pekerjaannya adalah menyebarkan budaya otaku di dunia lain (isekai), sebut saja pararel.

Kilas balik bentar, ya. Jadi di sekitar hutan gunung fuji, pemerintah Jepang menemukan sebuah lubang aneh di celah bumi. Lalu mereka mengirim JSDF untuk memeriksa sebenarnya apa lubang itu. Dan ternyata lubang itu adalah gerbang menuju dunia pararel. Dunia di sana bagaikan dalam gim, ada naga, elf, dan ras lainnya. Lalu, ada kekaisaran bernama Eldant. Untuk menghindari perang, pemerintah berinisiatif untuk beraliansi dan menyebarkan budaya otaku di Kekaisaran Eldant. Makanya Shinichi Kanou diterima.

Oke, lanjut. Setelah diterima, tanpa basi-basi Shinichi langsung dibawa ke dunia pararel dengan cara dibius. Benar, pemerintah sangat merahasiakan lubang yang ditemukan itu. Sesampainya di Kekaisaran Eldant, karena perbedaan bahasa, baik Shinichi mau pun warga Eldant diberi cincin agar bisa berkomunikasi meski berbeda bahasa.

Terlepas dari itu, yang membuatnya menarik adalah aksi Shinichi untuk memamerkan budaya otaku seperti gim, anime, manga, light novel, dan lainnya. Banyak yang keheranan dengan budaya otaku, apalagi manga yang ceritanya kadang memiliki genre ekstrem seperti BL atau sejenisnya. Tapi malah disukai. Ahahaha.

Tapi …. Nah, ada tapinya. Kita, penonton jadi bisa belajar dari sini. Mana yang baik mana yang harus ditinggalkan. Jadi Shinichi dianggap menjajah karena telah menghasut warga Eldant untuk menyukai budaya otaku. Akibatnya, banyak warga yang malas bekerja hanya untuk membaca manga kesukaannya. Bahkan tidak akan bekerja sampai hasratnya terpenuhi.

Grafis

Anime ini ditangani studio Feel dengan arahan Oikawa Kei, orang yang memiliki banyak pengalaman di tokusatsu. Terakhir dia menangani Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru.
Kalau diperhatikan memang menarik, penggambaran yang halus meski terkesan agak berlebihan. (Atau cuma perasaan saya?) Tapi di beberapa episode, terutama di adegan bertarung yang menurut saya enggak penting-penting amat ternyata diberi sentuhan efek yang luar biasa. Contoh saat bermain sepak bola supernatural. Keren itu.

Karakter

Mungkin saya enggak perlu menceritakan tokoh utamanya. Karena sudah dibahas mengenai dirinya yang seorang otaku akut. Paling beberapa tokoh lain seperti Myucel Foaran, Petralka Anne Eldante III, Jinzaburou Matoba, Minori Koganuma, Galious En Koldobar.

Untuk yang pertama, Jizaburou Matoba. Dia adalah orang dari perusahaan yang membuawa Shinichi, sebut saja yang merekrut Shinichi ke dalam perusahaannya untuk menyebarkan budaya Otaku. Orangnya misterius, jarang dapat sorotan, tapi sekali dapat dia memiliki peran yang penting dalam cerita. Pak Matoba ini selalu bekerja sesuai yang diperintah atasan.

Ada pula Mbak Minori Koganuma, dia anggota JSDF. Tapi ternyata Mbak Minori ini adalah fujoshi. Dia yang menyebarkan virus BL ke Galious, seorang kesatria sekaligus sepupu Petralka. Dalam beberapa adegan, Galious ini ternyata terlihat seperti ada ketertarikan terhadap Shinichi. Lalu, Petralka. Meskipun masih kecil, tapi dia adalah Raja dari Kekaisaran Eldant. Dia menyukai Shinichi, bahkan dalam beberapa kasus, Petralka terlihat cemburu dengan kedekatan Shinichi dan Myucel.

Nah, terakhir Myucel sendiri. Seperti yang saya bilang, Myucel memang dekat dengan Shinichi. Karena saat Shinichi ke Kekaisaran, orang pertama yang dia temui adalah Myucel. Myucel ini seorang maid dari ras elf. Perlu diketahui, ras elf memiliki kekuatan sihir dan bisa mengeluarkan mantra sihir seperti dalam cerita fantasi. (Meski anime ini juga termasuk genre fantasi, sih.) Bahkan tidak disangka, Myucel ini orangnya cepat belajar. Terlihat dari antusiasnya belajar bahasa Jepang, dan bahkan cepat dalam mempelajarinya.

Musik

Lagu Pembuka: Univer Page 「ユニバーページ」 oleh Suzuko Mimori

Lagu Penutup: Watashi no Houseibako 「私の宝石箱」 oleh Petrarca Ann Erudanto III (Seiyuu: Fuchigami Mai)

Lagu pembukanya memiliki aura ceria, enak didengar, dan sesuai dengan temanya. Sedangkan lagu penutup, karena penyanyinya adalah seiyuu dari Petralka. Jadi sudut pandangnya diambil dari Petralka, dengan kata lain cerita kesehariannya.

Selain itu, saya suka latar suaranya saat adegan tak diduga. Misal saat Galious yang tertangkap malu-malu kucing saat ditanya soal BL. Terus latar suaranya jadi “da, da da da da da da. Da, da da, dada.” Ah, pokoknya gitu. Saya enggak ada suaranya. Mau saya unggah ke awan suara tapi belum menemukan perangkat lunak yang cocok buat memotong suaranya. Mungkin lain kali.

Kenikamatan Menonton

Enak, kok. Gabungan cerita keseharian, komedi, dan bahkan ada seriusnya. Seperti yang singgung mengenai penjajah. Di sini kita belajar, kalau hidup kita jangan terlalu bergantung pada anime, manga, atau sejenisnya. Anggaplah sebagai hiburan dikala sedang bosan atau memang pada waktunya. Jangan berlebihan.

Penilaian

Cerita: 8
Grafis: 7
Karakter: 8
Musik: 8
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.0/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *