[Ulasan] Nisekoi OVA Bagian 1

Ruri-chan

RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!! RURI!!

Sebelumnya saya pernah memosting kutipan dari Nisekoi seri OVA ini. Dan, entah kenapa saya ingin mengulasnya. Eh, bukan entah kenapa tapi karena memang RURI-CHAN!
Oh, iya. Postingan ini berisi dengan SPOILER, jadi berpikirlah sebelum melanjutkan.

Pada OVA bagian 1, sebut saja “Vol. 1” ini diadaptasi dari komik chapter 58 “Funshitsu 「フンシツ」(Kehilangan)” dan 64 “Mikosan” 「ミコサン」(Gadis Kuil).
Maaf kalau judulnya terdengar aneh kalau dilokalin.

Yah, saya pribadi belum membaca komiknya. Soalnya di gramedia belum ada, kalau ada bilang saya, ya!

Catatan: Miko / Miko-san adalah seseorang yang mengenakan pakaian-pakaian khas yang ada di kuil. Biasanya wanita

Untuk OVA ini berdurasi hampir setengah jam dengan cerita yang memiliki 2 Bab (Chapter).

Cerita
▪ Bab 1 (Kehilangan) : Sudut pandang dari cerita ini adalah Ruri Miyamoto yang menceritakan tentang kekesalannya terhadap Raku Ichijou karena Raku terlalu bodoh sebagai seorang pria yang jelas-jelas Ruri saja tahu kalau Raku menyukai Onodera, tapi kenapa Raku tidak peka dan tidak menyadari kalau Onodera juga menyukainya.
“Kehilangan” disini mungkinmaksudnya Ruri kehilangan kacamatanya.

▪ Bab 2 (Gadis Kuil) : Kalau disini menceritakan tentang Raku yang dihantui kesialan.
Jadi, ada nenek-nenek pemilik kuil punya kekuatan gaib dan dia bisa melihat bahwa Raku akan terus bernasib buruk. Dan, ternyata benar … belum apa-apa si Raku sudah kejatuhan kotoran burung, ditambah terpleset kulit pisang dan jatuh diatas tangga.
Nah, agar nasib buruknya (sebut saja kutukan) hilang, Raku jangan sampai tahu kalau dirinya sedang dikutuk. Lalu untuk menetralkannya 4 gadis, Chitoge, Onodera, Tsugumi, dan Tachibana harus melakukan sesuatu, diantaranya memasukkan sesuatu ke lubang pantatnya Raku, memeluk Raku, dan memberinya air namun dari mulut-ke-mulut.
Pokoknya bagus dan penuh adegan gokil.

Grafis
Ini untuk kedua bab. Karena saya tidak mengulas serial TV-nya, jadi sekalian disini saja. Penggambarannya sama seperti kartun Monogatari Series, yah … memang satu studio, makanya sama. Tapi bagus kok. “Shaft” menurut saya tidak mengecewakan.
Kalau dilihat, gaya dari penggambaran ini mengutamakan karakter dibanding latar belakang. Lihat saja, meski tidak spesifik dalam “gerakan”, tapi seakan sang karakter telah melakukan gerakan sempurna.
Padahal kalau kita lihat, banyak adegan yang diulang-ulang, seperti menggeleng kepala ke samping dan diulang namun dari sudut berbeda (flip).

Karakter
▪ Bab 1 (Kehilangan) : Karakter di chapter pertama penuh dengan Ruri! Yah, memang sudut pandangnya adalah Ruri. Sifat dari Ruri juga bisa kita baca, maksudnya kita (penonton) ikut merasakan apa yang dirasakan. Dan menurut saya ini sangatlah bagus, jadi inti cerita bisa cepat dipahami.
Raku dan Onodera sendiri seperti pemeran pembantu yang diutamakan, ah … sulit menjelaskan, Mereka adalah subyek dari inti cerita. Chitoge, Tachibana, dan Tsugumi tidak tampil di cerita ini.
Satu lagi, saya penasaran Shuu. Si cowok kacamata temannya Raku itu, lo. Ada adegan dimana Shuu bilang, “Aku juga sekarang sedang menyukai seseorang, lo”. Arrgghh!! Siapa? Ruri? Soalnya pas bilang mukanya sambil senyum dengan menatap Ruri.

▪ Bab 2 (Gadis Kuil) : Untuk yang kedua ini ada karakter baru, yaitu seorang nenek-nenek pemilik kuil. Dan apakah kalian sadar kalau suara dari nenek tersebut sangat mirip dengan Yuudai Chiba dari kartun Mitsudomoe? Saya memang belum menemukan siapa sang pengisi suara dari nenek tersebut, tapi saya pikir Chiba dan Nenek tersebut disuarakan oleh orang yang sama.
Oh, Ruri disini hanya muncul beberapa detik. tidak sampai 30 detik. Arrgh!

Musik
Penuh dengan backsound, membuat suasana benar-benar hidup. Efek suara yang dihadirkan juga tidak begitu rumit dan berat, hanya sekadar mengikuti alur dengan memberi bumbu berupa efek-efek suara.

Kenikmatan Menonton
▪ Bab 1 (Kehilangan) : Gimana ya bilangnya … ? Saya enjoy aja tuh. Paling cuma kesal gara-gara Raku enggak peka.

▪ Bab 2 (Gadis Kuil) : Meski enggak ada Ruri tapi yang penting saya bisa melihat kedekatan Onodera dan Raku yang membuat muka mereka merah! Sungguh saya nikmati Bab 2 ini! Sungguh!


Penilaian
Cerita: Bab 1: 9 ┃ Bab 2: 10
Grafis: 9
Karakter: Bab 1: 9 ┃ Bab 2: 10
Musik: 9
Kenikmatan: 10
Keseluruhan: Bab 1: 9.2/10 ┃Bab 2: 9.6/10


pict: http://dalian.7thstyle.com
Ruri Miyamoto by Ken-kanekiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *