[Ulasan] Love Stage!!

Love Stage
Love Stage

Baru kali ini saya nonton BL yang dihayati. Tapi sayangnya tidak sampai tamat. Hanya sampai episode 7 saya berhenti dengan alasan agak geli meski ada beberapa adegan komedi didalamnya. Saya tidak menyalahkan para penggemar BL/Yaoi, saya sendiri akan mengatakan kalau anime ini bagus, karena memang dikemas dengan cukup baik.

Kisah romantis antara pria yang seorang artis dan mahasiswa yang ingin menjadi komikus. Sang artis itu bernama Ryouma Ichijou dan sang mahasiswa sendiri bernama Izumi Sena. Jadi, ceritanya saat kecil mereka sudah bertemu dalam acara pembuatan iklan, namun Izumi berpakaian layaknya wanita dan bertemu dengan Ryouma.

Sepuluh tahun kemudian ada acara pembuatan iklan lagi dengan tema yang  sama namun dengan konsep setelah 10 tahun. Ryouma sendiri ingin lawan mainnya wanita yang ia temui sepuluh tahun lalu, tidak lain dan tidak bukan adalah Izumi. Dan Izumi sempat menolaknya. Namun karena iming-iming hadiah berupa alarm dengan suara dari karakter favoritnya, yaitu Lala Lulu oleh kakaknya, Shougo Sena. Akhirnya Izumi mau melakukannya dan memakai kostum wanita.

Tidak diduga dalam naskah ada adegan ciuman, saat Ryouma mencium Izumi, Izumi langsung kaget dan berlari keluar area syuting. Namun (lagi-lagi) Kakaknya, Shougo mengiming-iming hadiah pada Izumi berupa dakimakura Lala Lulu dan Izumi pun berhasil dibujuk.

Saat selesai syuting, Ryouma tidak disangka menyatakan perasaannya pada Izumi dan Shougo menghentikannya dengan terang-terangan kalau Izumi adalah pria. Sontak Ryouma kaget dan langsung pergi, namun dia selalu ingat dengan Izumi. Nah, dari sini kisah romantis antara Ryouma dan Izumi pun dimulai. Dari bertemu, hingga melakukan adegan-adegan dewasa.

Cerita

Ceritanya sendiri dikemas dengan kisah romantis yang alurnya terus maju dan dengan konflik yang rendah. Mungkin karena ini Yaoi jadi lebih diterapkan kisah yang tidak berkonflik tinggi agar tidak terlalu lambat alurnya. Dalam beberapa adegan juga diselipi nilai moral. Komedinya pun tidak main-main, kadang saya tertawa hinggu sakit perut. Meski saya sendiri masih lebih baik menonton Himegoto, tapi tidak ada salahnya kamu menonton ini.

Baca Juga:  [Ulasan] Sakamoto desu ga?

Grafis

J.C.Staff sudah melakukan tugasnya dengan baik, meski saya sendiri melihat seperti anime dewasa (hentai) tapi penggambaran sudah cukup baik dengan tidak memperlihatkan adegan yaoi-nya. Maksudnya saat adegan yaoi, karakter digambarkan dengan tembus pandang. Untuk penggambaran karakter saya tidak terlalu menyukainya. Menurut saya seperti ada yang kurang.

Karakter

Sifat karakter sendiri mengingat ini Yaoi, kalau dilihat dari pandangan penggemar yaoi sepertinya sudah cukup bagus. Hanya saja saya sedikit kesal dengan sifat Izumi yang digambarkan terlalu lemah gemulai. Tapi mungkin bagi penggemar yaoi hal inilah yang membuatnya terlihat menarik meski sedikit menjengkelkan.

Musik

Ah! Saya tidak terlalu memerhatikan lagu pembuka dan penutup. Efek suara juga masih sederhana dan tidak ada yang istimewa.

Kenikmatan Menonton

Kalau kamu tidak suka melihat adegan seksual antara sesama jenis lebih baik jangan menonton ini, kecuali kalau kamu memang pecinta yaoi. Tapi kalau mau coba-coba juga boleh kok. Ada komedinya juga, jadi tidak terlalu bosan melihatnya.


Penilaian

Cerita: 7
Grafis: 5
Karakter: 6
Musik: 4
Kenikmatan: 7
Keseluruhan: 5.8/10

irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.