[Ulasan] Little Witch Academia

Gara-gara diberitakan bahwa anime ini akan dibuatkan seri TV-nya. Saya jadi nonton layar lebarnya. Ada dua cerita, dan beda durasi juga. Yang ini tahun 2013 dengan durasi 26 menit. Yang satunya akan saya ulas dilain waktu.

Baiklah, langsung saja.

Cerita

Jadi ceritanya tentang Akko yang menjadi penyihir gara-gara terkagum-kagum akan pertunjukkan Shiny Chariot (nanti dibahas). Kebetulan Akko bukanlah berasal dari keluarga penyihir, jadi semua sihir yang digunakan selalu lemah dan bisa dibilang tidak berguna.

Dan di sini menceritakan saat uji kemampuan para murid dalam “Treasure Hunting”. Semuanya diuji memasuki labirin untuk mencari harta karun paling mengesankan. Nah, setiap cerita ada saja karakter yang hebat tapi kadang agak sombong. Di sini juga ada namanya Diana, intinya dia membuka segel monster yang tertidur yang membuat monster di dalamnya mengamuk.

Saat itu terjadi, Akko tidak disangka-sangka menemukan tongkat tujuh bintang. Kemungkinan besar itu milik Shiny Chariot. Terus kalian pasti bisa menebak apa yang terjadi selanjutnya? Yap, Akko yang mengalahkan monster itu dengan tongkatnya.

Tapi, yang mau saya bahas bukan ceritanya. Melainkan alur cerita yang maju tanpa ada penjelasan yang lebih. Misal, siapa Shiny Chariot? Kenapa Akko bisa menjadi penyihir padahal dari keluarga biasa-biasa saja?

Saya akui proses ceritanya menarik. Meski sudah bisa ditebak, tapi yang penting prosesnya. Eksekusi ceritanya dapet.

Oh, iya, karena ini 26 menit. Jadi jangan berharap banyak seperti kurangnya drama dan perkenalan tiap-tiap karakter. Mungkin nanti bakal kita temui di seri TV-nya.

Grafis

Grafis seperti ini jarang ditemui. Tapi saya suka. Trigger memang punya sentuhan khusus, malah ada yang bilang mirip seperti pengerjaan Kill la Kill. Tapi kalau dibandingkan memang sama, sih. Saat lagi lawak, grafisnya enggak begitu berubah tapi tetap dapet maksudnya.

Enggak begitu berubah itu maksud saya biasanya kalau lagi adegan komedi karakternya berubah (penggambaran) entah jadi chibi atau semacamnya.

Karakter

Menurut saya karakter pada cerita ini termasuk hal biasa dan mainstream. Dimulai dari tokoh utama, sebut saja Atsuko Kagari (Akko) yang pada awal cerita dia tidak mendapat pengakuan, apalagi kekuatan sihirnya yang bisa dibilang tidak sebanding dengan yang lainnya. Belum lagi, dia ini memiliki sifat keras kepala. Jadi apa yang teman-temannya sarankan, dia selalu teguh terhadap prinsipnya. Memang sifat ini bagus, tapi bisa membunuhmu juga, lo. Saya saja kesal kalau lihat Akko pas lagi ngeyel.

Ada juga Diana Cavendish, sudah saya ceritakan sedikit tentangnya di tag cerita. Dan dia ini penyihir yang menganggap dirinya paling hebat. Meski memang kenyataannya dia yang paling hebat, sih. Dan beberapa karakter unik lainnya yang muncul menemani Atsuko dan Diana. Maaf, saya malas menyebutkan. Yang jelas, ada Lotte dan Sucy yang menemani sekaligus teman sekamar Atsuko.

Musik

Enggak ada lagu pembuka maupun penutup di sini. Latar suara yang dihasilkan tidak begitu istimewa namun pas dan memang cocok dengan setiap adegannya. Efeknya jangan ditanya, kalau anime sihir macam begini, apalagi pas gelut-nya itu seru.

Kenikmatan Menonton

26 menit itu enggak berasa nontonnya. Kalau ada waktu luang, mending nonton deh. Grafis jadul, tapi ceritanya enggak kalah menarik.


Penilaian

Cerita: 8
Grafis: 8
Karakter: 7
Musik: 7
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 7.8/10


3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *