[Ulasan] Little Witch Academia (TV)

Little Witch Academia

Dulu saya sempat mengulas Little Witch Academia 2013 versi movie pendek, di sana saya berjanji akan mengulas movie yang berdurasi panjangnya. Tapi sampai sekarang belum kesampaian. Akhirnya saya ulas TV-nya saja.

Mungkin ulasan kali ini hanya tambahan dari sebelumnya. Baiklah, langsung saja.

Cerita

Masih sama seperti sebelumnya, ceritanya tentang Akko yang ingin menjadi penyihir seperti Shiny Chariot. Karena dia bukan dari keluarga penyihir, jadi semua sihir yang ia lakukan sangat lemah, bahkan tampak tak berguna.

Episode satunya sama seperti movie-nya. Di mana Akko melihat pertunjukkan sihir Shiny Chariot, kemudian terpesona dan ingin menjadi penyihir. Kemudian dimulailah petualangan Akko dengan pertama kali pergi ke akademi sihir. Di perjalanan, dia bertemu dengan Sucy Manbavaran dan Lotte Yansson.

Di akademi, Akko selalu diejek oleh siswi lain karena menyukai Chariot. Di dunia sihir, tidak seorang pun memandang tinggi sihir Chariot. Mereka menganggap Chariot adalah penipu yang melakukan pertunjukkan demi ketenaran. Intinya hanya sekadar pamer.

Oh iya, di ulasan sebelumnya saya bilang kalau Akko menemukan tongkat tujuh bintang atau disebut Shiny Rod. Nah, di sini dia juga menemukannya tapi tidak tahu cara memakainya. Saya sendiri sampai episode 7 belum tahu apa yang membuat Akko bisa menggunakan Shiny Rod. Malahan selama 7 episode ini, Akko baru bisa mengaktifkan kekuatan Shiny Rod di episode satu. Itu pun pakai kekuatan yang sama seperti pada movie sebelumnya.

Terlepas dari itu, cerita yang disajikan sangat santai. Tidak terlalu serius tapi tetap ada unsur sihirnya. Bahkan disetiap episode bisa dikatakan memiliki cerita berbeda yang tidak berlanjut. Sudah seperti anime bergenre Slice of Life (keseharian), karena setiap episode-nya tidak ada kaitannya. Tapi tetap layak diikuti karena berisi perkembangan Akko dalam belajar sihir.

Selain itu, anime ini tidak hanya berisi cewek-cewek penyihir, lo. Di episode 6 ada cowoknya juga. Namanya Andrew Hanbridge. Cerita dia berkunjung ke akademi penyihir. Meski saya tidak tahu untuk apa kemunculan cowok di sini. Rasanya seperti tidak ada gunanya, tapi lumayan buat tambahan.

Grafis

Sama seperti sebelumnya, grafis seperti ini jarang ditemui. Malahan jadi kayak anime lawas. Tapi justru itu menariknya. Saya lebih suka grafis seperti ini, karena memiliki ciri khas sendiri dan gerakannya yang leluasa.

Oh iya, di episode 2 dan 6 bagian pewarnaan ternyata dilakukan oleh Studio Creators in Pack Jakarta. Bukti gambar bisa dilihat di atas. Sekadar informasi, Creators in Pack merupakan studio Jepang yang memiliki cabang di Jakarta dan Yogyakarta. Sebelum studio ini juga pernah menangani pewarnaan di anime Kuromukuro dan Charlotte.

Karakter

Untuk karakter Diana dan Akko silakan lihat di postingan sebelumnya. Di sini saya sedikit membahas tentang Chariot. Beberapa kisah tentang Chariot sedikit dibahas di episode 6. Dia sama seperti Akko yang sangat ingin menjadi penyihir. Dan saat ini tidak ada yang tahu di mana keberadaannya. Tapi, saya dan mungkin kalian juga merasa kalau Shiny Chariot adalah Bu Ursula. Ini terlihat dari gerak-geriknya yang mencurigakan. Selain itu, pengisi suaranya juga sama seperti Shiny Chariot, yaitu Noriko Hidaka.

Saya masih menunggu perkembangan bagusnya Atsuko Kagari (Akko). Suka gregetan nungguin Akko jadi hebat.

Musik

Lagu Pembuka: Shiny Ray oleh YURiKA
Lagu Penutup: Hoshi wo Todoreba 「星を辿れば」 oleh Yuiko Ohara 「大原ゆい子」

Enggak komentar deh, tapi cuma sekadar memberitahu. Lagu pembukanya mengilustrasikan kehidupan Akko. Selain itu, efek suaranya kalau pas adegan sihir juga cukup bagus.

Kenikmatan Menonton

Bagi yang suka nonton maraton atau menunggu tamat, enggak ada salahnya nonton 6 episode dulu. Enggak begitu serius, kok. Mungkin di episode-episode terakhir baru masuk cerita yang serius. Dan saya sangat menantikannya.


Penilaian

Cerita: 9
Grafis: 8
Karakter: 7
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.8/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: