[Ulasan] Kuma Miko

Nah, semalam bingung mau nonton apa, akhirnya cari tontonan ringan yang menghibur, dan terpilihlah kuma miko. Dilihat dari sampulnya saya rasa ini bakal jadi cerita menarik dan unik untuk diikuti, pasalnya sang gadis di sini adalah seorang miko (gadis kuil) yang bertemu beruang (Begitulah kira-kira judulnya).


Sebelumnya saya beri tahu dulu soal uji coba pemasangan iklan baru yang saya selipkan di dalam postingan. Hanya satu iklan yang saya selipkan dan apabila mengganggu, silakan nyalakan adblock-nya. Saya juga mengerti betapa Anda membenci suatu iklan yang muncul dalam sebuah situs web. Tapi saya mencoba untuk tidak menambahkan iklan pop-up yang sangat mengganggu. Karena itu iklan yang muncul hanyalah banner biasa.


Untuk mempersingkat karena batas paket internet sudah mepet, jadi langsung saja:

Cerita
Diawal cerita menurut saya sungguh menarik. Jadi ceritanya benar sesuai ekspetasi, tentang gadis kuil yang bertemu beruang, tepatnya “dengan beruang”. Sang gadis bernama Machi Ayadori adalah tokoh utama berusia 14 tahun yang kesehariannya selalu pergi ke kuil tempat di mana Natsu berada. Yang menjadi menarik, si Machi ini sudah bosan tinggal di desa dan dia ingin pergi ke kota. Tapi, Natsu si beruang menentangnya. Alasannya, si Machi ini gaptek.

Di sini yang seru. Setiap Machi didekatkan dengan barang-barang modern seperti HP, penanak nasi, dan lainnya, selalu saja ada tingkah lucu karena kegaptekannya tersebut. Sayangnya, karena memang tema dari cerita ini adalah gadis kuil, jadi 80% cerita berada dalam desa. Di kota hanyalah bumbu tambahan. Bahkan kalau saya boleh bandingkan dengan Non Non Biyori, masih mending ini karena ada cerita di kotanya. Kalau Non Non Biyori kan full desa. Tapi, tetap dalam segi cerita menurut saya mending Non Non Biyori, aura desanya berasa banget dibanding Kuma Miko.

Grafis
Karena ini cerita ringan berbasis komedi, jadi untuk grafis menurut saya sudah pas dan enak untuk dilihat. Tidak berlebihan dan bila ada adegan lawaknya, perubahan karakternya pas. Maksudnya, ada beberapa adegan yang membuat karakter menjadi chibi. Tapi jangan terlalu berharap lebih, ya.

Karakter
Karakter utama pada anime ini ada empat, yaitu Natsu Kumai si beruang, Machi Amayadori, Yoshio Amayadori, dan Hibiki Sakata. Saya rasa untuk Machi dan Natsu tidak perlu diperkenalkan. Dan, si Yoshio ini adalah kerabat Machi. Untuk alasan tertentu saya benci karakter yang satu ini. Entah karena kelewat bego, atau memang karakternya yang menyebalkan. Dia seperti memaksa Machi untuk melakukan apa yang dia inginkan. Dan anehnya, si Machi mau-mau saja.

Sedangkan Hibiki di sini adalah karakter cewek yang dimana dia ini suka ke Yoshio. Jadi ceritanya enggak terlalu fokus ke Machi sama si beruang. Ada, lah, selingan sedikit cerita bagaimana lucunya Hibiki saat salah tingkah didekat Yoshio.

Musik
Lagu Pembuka: Datte, Gyutteshite. 「だって、ギュってして。」 oleh Maki Hanatani
Lagu Penutup: KUMAMIKO DANCING oleh Machi Amayadori (Natsumi Hioka) & Natsu Kumai (Hiroki Yasumoto) feat. Kumaide-mura no Minasan

Enggak banyak yang saya bahas dibagian ini. Yang jelas, sih, entah kenapa saya suka sama lagu penutupnya. Sederhana tapi enak didengar. Efek suara dan semacamnya sudah pas sesuai cerita. Bagaimana, ya, bilangnya … Tidak terlalu berlebihan dan klop sama anime bergenre komdei keseharian ini.

Kenikmatan Menonton
Ceritanya ringan dan enggak muluk-muluk. Hanya ada sedikit drama dalam ceritanya. Kalau memang suka loli, kenapa enggak tonton saja? Atau mau menghabiskan waktu luang? Enggak ada salahnya nonton anime yang satu ini.


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 7
Karakter: 7
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.4/10


6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *