[Ulasan] Kono Bijutsubu ni wa Mondai ga Aru!

Setelah sekian lama saya terkena penyakit malas, akhirnya sekarang bisa juga sedikit memaksa untuk mengulas. Padahal ini sudah tamat beberapa hari yang lalu. Tapi apa daya, benar-benar malas buat mengetik.

Langsung saja deh, kali ini saya mengulas anime musim panas kemarin, judulnya Konobi atau lengkapnya seperti yang tertera pada judul.

Oh, iya, sebelumnya saya sempat membaca ulasan milik Syntasium mengenai anime ini. Apa yang dibahas saya juga setuju. Mungkin di sini saya cuma sedikit menambahkan beberapa hal tentang Konobi ini.

Cerita
Untuk cerita di sini sedikit unik, yaitu tentang cowok SMP bernama Subaru Uchimaki yang suka banget sama anime. Sampai-sampai dia mendeklarasikan kalau dirinya tidak suka 3D. Yap, dia ini pecinta 2D. Terus apa hubungannya sama klub seni? Jadi si Subaru ini punya impian ingin melukis pengantin 2D idamannya.
Perlu diketahui, gambarnya Subaru ini bagus banget.

Oh, iya, anime ini bergenre romkom. Jadi enggak bosen buat menontonnya. Apalagi ditambah tingkah laku Mizuki Usami, cewek anggota klub seni yang selalu salah paham dengan Subaru. Padahal dia ini kakak kelasnya, tapi kalau sudah cinta mah, ya mau bagaimana lagi.

Enggak cuma sebatas di klub seni saja, kadang di luar pun ada cerita segar sebagai layanan kipa (baca: fan service). Tapi tetap masih ada unsur dari klub seninya. Seperti membersihkan kolam renang dengan menggambar dasar kolamnya, lomba melukis, dan bahkan ada cerita cinta lainnya.

Grafis
Ini studio Feel. ‘kan? Tapi grafisnya rasa KyoAni. Bisa dibilang mirip Chuunibyou demo Koi ga Shitai! , pasti tahu, ‘kan, bagaimana? Gerakannya yang halus dan enak dipandang jadi salah satu alasan saya betah nonton ini.

Karakter
Untuk Subaru dan Mizuki saya rasa tidak perlu dibahas lagi. Di dalam klub seni ini ada orang lain lagi, seperti Collete si cewek bule yang tinggal di Jepang. Dia ini digambarkan dengan karakter yang periang, namun ceroboh. Dia ini yang bisa mengubah suasana klub jadi enggak sepi. Soalnya si ketuanya (saya enggak tahu namanya) kerjaannya cuma tidur.
Ada juga pembimbingnya, namanya Bu Yumeko Tachibana. Dia ini guru yang seksi dan koplak. 

Selain itu juga ada karakter pendukung lainnya seperti Kaori, temennya Mizuki Usami yang jahil banget. Tapi dibalik tingkahnya itu ada alasan baiknya, kok. Ada juga Maria Imari, cewek otaku yang sehobi sama Subaru.

Nah, kalau yang suka loli, di sini juga ada loli, lo. Namanya Moeka, usianya lima tahun. Ah, pokoknya sesuai namanya moe banget!

Oh, iya, saya suka dengan penggambaran masing-masing karakter yang dipegang. Kenapa? Soalnya mereka enggak berubah, karakter yang mereka punya akan tetap seperti itu hingga akhir. Kalau kalian nonton episode terakhir mungkin akan paham kalimat saya ini.

Musik
Lagu pembuka: STARTING NOW! oleh Nana Mizuki
Lagu Penutup:
1) Koisuru Zukei (cubic futurismo) oleh Sumire Uesaka (eps 1-11)
2) Kokoro*Palette (Chorus ver.) oleh Mizuki Usami (CV: Ari Ozawa), Colette (CV: Sumire Uesaka), Maria Imari (CV: Nao Touyama), Yumeko Tachibana (CV: Nana Mizuki) (ep 12)

Saya suka dengan lagu pembukanya, dan untuk lagu penutupnya di sini lumayan unik ilustrasinya. Bagaimana bilangnya, agak 3D atau memang 3D? Soalnya cuma disatu tempat dan enggak ganti latar.

Di episode terakhir lagunya dinyanyikan oleh pengisi suara dari karakter cewek anggota klub seni. Jujur saya malah lebih suka lagu penutup yang pertamanya.

Untuk efek suara dan sebagainya menurutnya saya sudah pas, sih, mengingat ini anime keseharian yang dibumbui komedi, pas adegan lucunya pasti bakal ada efek suara yang bikin penontonnya juga merasakan apa yang dirasakan si tokoh dalam cerita.

Kenikmatan Menonton
Kalau kamu suka anime komedi romantis. Saya sarankan tonton ini, apalagi buat kamu yang suka melihat adegan salah paham soal cinta. Kayak terlalru GR, padahal yang dibahas bukan si tokoh tersebut. Pokoknya cocok banget, deh.


Penilaian

Cerita: 9
Grafis: 8
Karakter: 8
Musik: 7
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.2/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: