[Ulasan] Kokoro ga Sakebitagatterunda

Mumpung lagi di pojokan (wifidotid), sebelum pulang dan sebelum diusir satpam saya ulas dulu. Karena 3 hari lalu baru saya tonton film layar lebar ini. Masih lupa-lupa-ingat juga, sih.

Biar enggak kelamaan mikir, jadi langsung saja.

Cerita
Ini ceritanya cukup menarik. Jadi tentang gadis yang banyak bacod, jadi dia ini enggak bisa diam. Ngomong~~~ terus. Ada apa-apa sedikit langsung ribut, langsung nyerocos. Nah, suatu hari si gadis ini liat bapaknya lagi berduaan di hotel sama wanita lain. Tahu, ‘kan, maksudnya berduaan di hotel? Nah, ini langsung bilang ke Ibunya, gara-gara itu orang tuanya cerai. Si gadis, ah, sebut saja Jun Naruse, dia langsung mengutuk dirinya biar mulutnya dikunci, enggak ngomong lagi.

Eh, pas di SMA. Kutukan itu malah bikin sial lagi, Ibunya sering digosipin punya anak pendiam, enggak pernah ngomong. Terus, di SMA ini perlahan kehidupan Jun mulai berubah dengan berbagai drama yang dilaluinya.

Jadi intinya tentang perjalanan hidup Jun Naruse yang dulunya banyak omong tapi sekarang jadi susah ngomong. Mungkin dengan ini kalian ada bayangan cerita seperti ini apa ini? Oh, soal romansa jelas ada. Soalnya drama seperti ini apalagi kutukan kan biasa sembuhnya sama cinta. Meski enggak semua film, sih.

Grafis
Dari yang dapat dari MAL, anime ini dikerjakan oleh staf yang memproduksi anime Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai di tahun 2011. Latar tempatnya juga diambil dari Kota Chichibu, prefektur Saitama.

Karena yang buat adalah para staf anohana, jadi menurut saya gerakan-gerakannya lumayan realistis. Kenapa saya bilang lumayan? Karena khusus untuk Jun Naruse di sini gerakannya terlalu berlebihan, meski memang sudah dalam porsi yang pas, dan kalau saya pikir ada orang seperti dia mungkin bakal berperilaku seperti itu. Meski kemungkinan itu sangat kecil, sih.

Untuk penggambaran latar menurut saya sudah bagus, keren, warbyazah.

Karakter
Nah, di sini sempat saya kecewa dengan sifat para tokoh-tokohnya. Saya hanya akan membicarakan empat tokoh saja, antaranya Jun Naruse, Natsuki Nitou, Daiki Tasaki, Takumi Sakagami.

Nah, soal Jun saya lewat deh, sudah saya bicarakan di tag Cerita. Untuk Nitou Natsuki ini, dia merupakan cewek yang bisa dibilang biasa saja, tapi punya dua muka. Dia ini kayak suka mengkritik orang lain, padahal dia sendiri enggak mau gerak. Pasif, ‘gitu.

Terus, si Sakagami Takumi ini yang mengubah kehidupan Jun, dia pacarnya Natsuki. Sayangnya mereka ini kayak enggak pacaran, soalnya memang diam-diam. Si Natsuki pun enggak mau gerak, jadi apa yang diinginkan ya enggak dibicarain sama Sakagami. Sakagami pun sama, kayak membiarkan Natsuki. Bahkan kalau Natsuki punya pacar pun, Sakagami seakan tidak peduli.

Terakhir, Daiki Tasaki, dia pemain klub bisbol. Soal ini saya enggak bicara. Tapi yang jelas, entah apa yang terjadi, tangannya terluka. Jadi dia enggak bisa ikut latihan, dan selama latihan suka dicibir sama pemain lainnya. Intinya sih, dia ini kayak preman. Pas mengadakan drama musikal pun dia yang paling menolak. Tapi nanti dia berubah bersamaan dengan perjalanan Jun Naruse.

Oh, soal kecewa tadi. Begini, si Daiki ini kan kayak preman. Pas lagi galau-galaunya, dengan santainya dia mengajak Natsuki ke hotel (Tahu, ‘kan, maksudnya?). Nah, di sini saya mulai agak malas mengikuti kelanjutannya. Kayak enggak mikir banget, ‘gitu. Yah, meski ini cuma keegoisan saya pribadi, keegoisan penonton. Tapi untungnya Natsuki tahu diri, dan enggak kehasut. Oh, iya, saya kasih spoiler. Natsuki sama Sakagami ini pacaran. Dan yang mengubah hidup Jun adalah Sakagami. Terus Sakagami? Yah, pokoknya itu. Selamat menebak.

Musik
Buset, makin mepet mau di usir satpam, makin bingung mau ngetik apa. Yang jelas, sih, pas bagian akhir nyentuh banget. BGM-nya juga pas, efek-efek suara saya no comment. Oh, iya, saya baru tahu kalau si Natsuki disulih suarakan oleh Mbak Amamiya Sora.

Kenikmatan Menonton
Hm, kalau memang kamu suka drama seperti AnoHana, saya sarankan tonton ini. Tapi kalau enggak, mending enggak usah. Takut kokoro-mu enggak kuat.


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 8
Karakter: 7
Musik: 9
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 8.0/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *