[Ulasan] Kiseijuu: Sei no Kakuritsu

Shinichi izumi

Setelah saya menulis artikel ulasan 3 kartun musim gugur 2014, saya jadi berpikir, sebenarnya saya mengulas atau hanya memberi spoiler. Mungkin kedepannya tag [Ulasan] akan saya ubah menjadi [Diskusi] atau [Spoiler].

Baiklah, hari ini saya akan mencoba mengulas “Kiseijuu: Sei no Kakuritsu” dengan meminimalisir spoiler. Tetapi, intro dengan “tag” spoiler tetap ada dan jika ada spoiler akan saya peringatkan sebelum Anda terkena spoiler dari saya.

Omong-omong, disini saya mengulas sebagai orang “yang tidak membaca seri komiknya”.

AWAS SPOILER!!

Cerita berpusat pada Shinichi Izumi yang tiba-tiba tubuhnya dimasuki makhluk aneh―sebut saja parasit. Dalam cerita ini, si parasit akan memakan otak manusia dan mengambil alih seluruh tubuh manusia yang dijadikan inangnya. Akan tetapi, parasit yang masuk ketubuh Shinichi tidak bisa mengambil alih otaknya, dan hanya bisa mengambil alih tangan kanan dari tubuh Shinichi. Dan dampak yang diberikan adalah, tangan kanan Shinichi hidup, dapat berubah, mengeluar mata, mulut, dan tentu saja dapat berbicara.
Dan sejak saat itu, kehidupan Shinichi berubah.
Cerita masih berlanjut, parasit yang mengambil alih tangan Shinichi mulai bekerja sama dengan Shinichi dalam berbagai hal, dan parasit tersebut diberi nama “Migi”. Di episode 5, jantung Shinichi terkena luka tusukan, Migi yang menyadari inangnya terluka, dan jika inangnya mati, maka Migi ikut mati. Untuk menghindari hal itu, Migi mulai mengambil alih jantung Shinichi dengan menutup pendarahan dan memompa jantung Shinichi. Namun, Migi yang melakukan pembelahan menjadi bagian-bagian kecil malah ikut terbawa aliran darah pada tubuh Shinichi, yang menyebabkan dampak perubahan pada Shinichi, seperti dapat berlari dengan sangat cepat, melompat hingga tiga meter tingginya, dan memiliki reflek sangat cepat.
Bagian-bagian kecil Migi yang terbawa aliran darah tidak memiliki akal pikiran, jadi dampak negatif tidak ada―mungkin bisa dibilang belum ada. Karena saya baru menonton hingga episode 7.
Dan Migi (bagian utama yang memiliki akal pikiran) kembali ke tangan kanan Shinichi.

Cerita
Sejenak, tokoh utamanya memiliki kriteria karakter yang mainstream, seperti Ken Kaneki dari Tokyo Ghoul yang setengah siluman setengah manusia, atau Akihito Kanbara dari Kyokai no Kanata yang sama pula, atau mungkin Naruto Uzumaki yang setengah manusia setengah biju.
Namun, kalau di Kiseijuu: Sei no Kakuritsu “setengah parasit setengah manusia”. Dan, dibalut dengan konsep cerita yang sangat bagus. Meski sekilas mirip zombie yang menyerang kota, tapi “saya tekankan lagi”, konsep cerita yang sangat bagus.

Tambahan:
[20:05] <&Konno> karakter-karakter yg setengah manusia setengah bukan sih siapa aja?
[20:06] <~Fumio> dado
[20:08] <tulkuntulkuntul> inuyasha van
[20:09] <tulkuntulkuntul> dedday juga, setengah bajingan setengah goblog
[20:10] <Dedday> (  ’-‘ )ノ)`-‘ )

Grafis
Madhouse sudah melakukannya dengan baik, saya suka. Didalamnya juga minim akan sensor.
Penggambaran saat adegan tempur juga sudah bagus, begitu pula desain dari gambaran parasit, bahkan saya melihatnya bagai nyata dan sedikit menjijikan.

Karakter
Mungkin saya hanya akan membicarakan sang tokoh utama saja, yaitu Shinichi Izumi.
Diawal cerita, Shinichi kaget melihat seekor ular menggeliat di kamarnya. Ular itu masuk melalui lengan kanannya yang meninggalkan lubang dilengannya. Karena panik, Shinichi langsung berteriak, namun usahanya sia-sia dan beranggapan tidak apa-apa, karena memang tidak ada yang terjadi pada tubuhnya. Paginya, Shinichi dikejutkan dengan tangan kanannya yang hidup, lubang dilengannya juga menghilang. Sejak itu, Shinichi menjalani hari-hari yang tidak biasa.
Sifat Shinichi sendiri pengecut, namun setelah bertemu migi (parasit), dia menjadi lebih berani. Bahkan penampilannya ikut berubah.
Tidak ada yang aneh, dia juga bukan karakter yang bodo-bodo amat.

Musik

[20:49] <&Konno> Berikan saya gambaran tentang “Musik” parasit.
[20:49] <~Fumio> OP bes ED suck
[20:49] <tulkuntulkuntul> OP bes, ED biasa, tapi gara2 nyong tau deleng wong siny nyanyi ndase elek, dadi ED ne SUCK
[20:49] <Dedday> intine OP BES

Begitu pula lah kira-kira gambaran saya.
Memang lagu pembuka berjudul “Let Me Hear” yang dibawakan “Fear”, dan “Loathing in Las Vegas” memang BES.
Untuk efek suara, saya menyukainya. Apalagi saat adegan bertarung, begitu menjanjikan.

Kenikmatan Menonton
Pokoknya NIKMAT, saya bahkan merasa kalau durasi yang diberikan terlalu pendek. Setiap ending dibuat penasaran pula. Dasar Madhous.


Penilaian
Cerita: 10
Grafis: 9
Karakter: 9
Musik: 8
Kenikmatan: 10
Keseluruhan: 9.2/10


Gambar: ちんろ

Dan buat kamu yang ingin berbincang-bincang atau membantu saya mengulas, yuk mampir ke #kunime@irc.rizon.net

4 Comments

  1. I really like the Parasyte anime. While there is a sense of the usual as character type of Kaneki from Tokyo Ghoul. A bit different.

    And the OP. That OP by Fear, and Loathing in Las Vegas is gorgeous!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *