[Ulasan] Kantai Collection: KanColle

Sebelumnya, mohon maaf atas ketidaknyamanannya tentang gambar yang tidak muncul diatas, saya masih mencari cara untuk menghilangkannya.

Dan, ini adalah ulasan kartun musim dingin 2015 pertama sekaligus yang pertama pula saya terbitkan disitus baru ini. Ulasan musim gugur yang tertinggal masih berstatus “hutang”. Jadi mungkin kalau enggak tabrakan sama jadwal musim dingin ya saya ulas.

Omong-omong, kembali ke topik utama. Sejak awal memang saya ingin kartun ini masuk dalam antrian ulasan nomor satu. Saya memang sudah menunggu kartun ini mengudara, yang “katanya” digarap dengan modal besar dan tidak main-main. Sayangnya saya tidak main gamenya.

Benar, ini adalah kartun yang diadaptasi dari game dengan judul yang sama. Saya enggak main, jadi enggak tahu seperti apa keseruannya. Tapi anehnya saya sangat bersemangat ketika mendengar Kantai Collection: KanColle akan dijadikan anime.

Cerita
Jujur saja, sebagai orang yang tidak memainkan gamenya, saya masih bingung mengambil kesimpulan inti dari cerita. Saya sempat berselancar dalam jaringan (internet), kalau kartun ini diperuntukan untuk para pemain dari gamenya. Karena memang cerita yang dimuat seperti sebuah Quest dalam gamenya.
Menemukan pulau, melenyapkan para pendatang dunia bawah (musuh), dan mengusahakan agar para gadis kapal (sebutan KanMusu) kembali dengan selamat. (Ini saya ngarang berdasarkan nonton kartunnya)
Sepintas, saya jadi ingat Strike Witches yang saya tonton bulan lalu. Keduanya sama, hanya bedanya, kalau KanColle dilaut (air), sedangkan Strike Witches diatas (udara).

Dan, soal alur cerita, jujur saya masih kurang paham. Mungkin lain waktu akan saya ulas lagi.

Grafis
Ini sebenarnya kartun dengan modal mahal atau murah, sih? Saya akui, grafis yang diberikan sangatlah moe, makanya masuk antrian pertama, yang sebelumnya sempat saya isi dengan THE iDOLM@STER: Cinderella Girls.
Saya pikir, semua adegan akan sangat heboh, tapi ternyata dikejutkan dengan desain karakter 3D setiap masuk adegan pertempuran. Dan itu terlihat jelas! Saya masih menyukai Strike Witches dalam segi pertarungan, meski saya akui KanColle memiliki efek grafis yang bagus.
Tapi, sepintas saya jadi ingat Mekakucity Actors. Yang diversi TV pakai 3D, sedang dicakram birunya digambar ulang.
Saya tak tahu kalau untuk KanColle ini, setidaknya masih bagus KanColle 3D-nya.

Karakter
Yang pertama, biar saya enggak lupa. Ternyata ada mbak Ayane Sakura yang jadi pengisi suara Sendai, suaranya persis Levi Kazama dari Trinity Seven. Selain itu, beliau juga mengisi Shimakaze, Nagato, Naka, Jintsuu, Mutsu, Kuma, dan Tama.
Tapi saya menyadari mbak Ayane dari karakter Sendai.
Karakter utama disini adalah semua gadis kapal. Tapi yang paling menonjol itu Fubuki.
Pertama masuk pangkalan dia enggak punya apa-apa selain “tekad”. Karena memang Fubuki enggak punya pengalaman bertempur sebelum masuk pangkalan.
Berdasarkan informasi yang saya dapat, karakter disini dibagi menjadi beberapa bagian, seperti kelas maupun divisi. Ada kelas perusak, penjelajah, pesawat pembawa, kapal perang. Dan setiap kelas dibagi lagi, misal kelas perusak khusus, pengintai, regu torpedo, kapal induk.
Divisi sendiri bisa dibilang tim atau kelompok yang terdiri dari gadis kapal yang berbeda kelas.

*Beritahu saya bila informasi diatas salah.

[23:36] <~Koroshiohake> ada banyak koh perasaan ,, perusak, penjelajah, perang, induk, tempur, regu torpedo

Omong-omong karakter favorit saya si Shimakaze. Lalu Kirishima, dan beberapa karakter berkacamata lainnya.

[23:44] <&irzie> karakter favorit lu lu pada sapa?
[23:45] <&tono2> nagato yamato
[23:45] <~Koroshiohake> akagi nyong mah
[23:45] <&tono2> BES SHIP EVA
[23:45] <~Koroshiohake> koe shimakaze ya van?
[23:46] <&irzie> Jelas ʅ(´◔౪◔)ʃ
[23:46] <&tono2> sempakaze van?
[23:46] <&irzie> matamu

Musik
Ah, Ibu―maksud saya―Mbak Akino (from bless4) membuat jantung saya cenat-cenut, membawakan lagu pembuka berjudul “Miiro” 「海色」sampai saya enggak bosen buat liatin MV-nya yang lagi joget-joget kayak Ibu―maksud saya―mbak mbak idol.
Dan, lagu penutup berjudul Fubuki 「吹雪」 yang dibawakan oleh Shiena Nishizawa 「西沢幸奏」sudah cukup bagus, sungguh, soalnya bingung nanggepin apa buat penutup. Tapi saya selalu mendengarkan tanpa melewatinya.

Untuk efek suara, lumayan sih, tapi saya suka beberapa efek kecil yang dibuat, seperti suara alat tempur yang dipakai ketika punggung Kongou bergerak sedikit, maka akan muncul suara seperti kapal yang tersenggol. Rincinya diepisode 4.

Kenikmatan Menonton
Saya sendiri menikmati, dari awal hingga akhir. Tanpa ada skip. Meski enggak main gamenya, tapi enggak ada salahnya, ‘kan … kalau nonton?
Tapi kartun ini tidak saya sarankan bagi yang membenci karakter 3D.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 8
Karakter: 9
Musik: 9
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 8.2/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *