[Ulasan] Inuyashiki: Last Hero

Inuyashiki Ichirou
Inuyashiki Ichirou

Inuyashiki adalah seorang ayah yang berusia 58 tahun. Diusia yang sudah bisa dikatakan tua ini hidupnya tidaklah semulus yang ia bayangkan. Dia pun menderita penyakit yang kata dokter usianya tidak akan lama lagi. Tapi, suatu malam ketika sedang berjalan keluar rumah, ia melihat penampakan aneh. Seketika itu pula kehidupannya berubah.

Seperti apa kira-kira? Yuk, kita bahas di bawah.

Cerita

Ceritanya tentang seorang kakek bernama Inuyashiki yang seketika hidupnya berubah. Tubuhnya tidaklah seperti manusia pada umumnya, malah sudah bagaikan robot. Intinya, tubuhnya sudah menjadi luar biasa. Penyakit yang dideritanya pun hilang dan dinyatakan sembuh. Mau bagaimana lagi? Orang organ dalamnya saja sudah menghilang. Tapi, namanya saja sudah tua. Jadi dia masih belum bisa menguasai tubuhnya. Pokoknya mah dia masih belum tahu apa yang bisa dilakukan tubuh barunya.

Ada satu adegan diepisode satu ketika Inuyashiki berusaha menyelamatkan seseorang, dengan sendirinya tubuhnya berubah ke mode tempur, dan di sinilah saya mulai tertarik untuk melanjutkan nonton ke episode dua hingga sekarang. Tapi, tidak hanya sampai di situ. Sebenarnya ada satu orang lagi yang tubuhnya berubah sama seperti Inuyashiki, yaitu Hiro Shishigami. Dia merupakan cowok SMA yang bisa dibilang cukup pendiam, namun dia ini sudah sangat mahir dan benar-benar mengetahui bagaimana cara kerja tubuhnya. Intinya Hiro ini sudah sangat bisa mengendalikan tubuhnya.

Sifatnya juga berbanding terbalik dengan Inuyashiki, dan hal ini membuat ceritanya semakin menarik. Soalnya, saya terpikir nantinya pasti akan terjadi aksi menegangkan diantara mereka, dan saya sangat menantikannya.

Grafis

Studio yang bertanggung jawab adalah MAPPA. Saya sendiri sudah mengenalnya sejak garapan Zankyou no Terror yang memberikan grafis luar biasa.  Tapi, di animasi kali ini mereka menggunakan efek 3D pada karakternya. Efek 3D-nya hanya terlihat ketika masuk ke adegan aksi. Jujur saja saya kurang menyukainya, tapi untuk adegan di mana sang karakter berubah, di situ saya agak menyukainya. Yah, saya sendiri memang maniak robot, tapi entah kenapa agak kurang suka anime mecha, wahahaha.

Karakter

Anime ini menceritakan dua karakter yang bertolak belakang. Yang satu kakek-kakek tua yang hidupnya ingin menjadi berguna bagi orang lain, yang satu cowok ABG yang tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya. Saya sendiri tidak membaca manga-nya, tapi kalau boleh berasumsi, kemungkinan besar mereka akan bertarung di episode-episode kedepan. Hal ini terlihat dari kelakuan Hiro yang selalu bertindak seenaknya tanpa memedulikan orang lain, dan karena inilah Hiro dicap karakter antagonis.

Sedangkan Pak Inuyashiki adalah karakter protagonis tua. Dia sendiri bisa menjadi keji dengan kalau melihat orang yang suka berperilaku semena-mena. Hal ini terlihat dari adegan di episode empat di mana Pak Inuyashiki tidak segan-segan untuk memberikan pelajaran para penjahat. Kenapa saya sebut keji? Karena para penjahat tersebut tidak dia bunuh, melainkan diberi penderitaan seumur hidup oleh Pak Inuyashiki.

Musik

Lagu Pembuka: My Hero oleh MAN WITH A MISSION
Lagu Penutup: Ai wo Oshiete Kureta Kimi e 「愛を教えてくれた君へ」 oleh Qaijff 「クアイフ」

Untuk lagu pembuka pembuka jangan ditanya, Man With a Mission memang bagus. Mereka membawakan pembuka dengan aura semangat, dan ditutup dengan penutup yang lumayan galau oleh Qaijff. Efek suaranya sendiri saya lumayan suka, asyik untuk didengarkan ketika adegan aksi.

Kenikmatan Menonton

Tiga episode pertama adalah pengenalan karakter. Jadi kita akan diperlihatkan kehidupan dari dua sisi, yaitu sisi Inuyashiki dan Hiro. Masuk episode empat Pak Inuyashiki mulai sedikit mengerti tubuhnya, dan di episode lima baru cerita sebenarnya dimulai. Di sini Hiro mulai mendeklarasikan diri menjadi karakter antagonis yang sebenarnya.

Nah, mulai dari situ jadi makin ketagihan, saya saja tidak sabar menunggu episode selanjutnya. Anime ini cocok buat kamu yang suka genre aksi. Tapi enggak cocok buat yang enggak kuat nonton adegan keji, soalnya banyak adegan membunuh dengan tanpa ampun.


Penilaian

Cerita: 8
Grafis: 6
Karakter: 7
Musik: 8
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 7.6/10

2 Comments

  • Sumpah ini anime mirip ajin njay xD. Dari ceritanya saja hampir sama, tapi yang membedakan kalau ajin semacam monster/hantu dan inuyashiki semacam teknologi/cyborg

    • iyap, tadinya tek pikir 1 studios. 3D ny hampir sama sih, tapi kayaknya beda. Atau akunya yg gk terlalu memerhatikan kredit? ( º言º)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: