[Ulasan] Hitsugi no Chaika: Avenging Battle

Baiklah, hari ini saya akan mengulas Hitsugi no Chaika: Avenging Battle. Dan (lagi-lagi) saya tidak mengulas musim pertamanya.
Biasanya saya selalu periksa informasi mengenai kartun yang sedang mengudara, misal; ada berapa episode, genre, atau semacamnya. Tapi entah kenapa saya mulai malas melakukan hal itu. Makanya saya agak kaget ketika mengetahui Chaika sudah berakhir diepisode 10.

Yah, saya langsung menamatkannya ketika tahu sudah berakhir.

AWAS SPOILER!!
Tidak banyak yang akan saya beritahu, karena memang cerita ini masih melanjutkan dari musim pertamanya, mencari potongan tubuh raja Gaz. Dalam perjalanannya, Chaika Trabant dan dua prajurit bayaran, Tooru dan Akari, lalu Fredrica menemukan beberapa hal menarik yang mengejutkan. Seperti kebenaran “Siapa Chaika?”, “Siapa Guy? (ギイ)”, dan beberapa hal lain.
Kalau saya tidak salah ingat dimusim pertama, Chaika Trabant bertemu dengan Chaika lain yang mengatakan bahwa dirinya mengetahui siapa sebenarnya Chaika, dan untuk apa mereka dibuat. Dan, memang yang dikatakannya benar. Terbukti dari pernyataan Raja Gaz sendiri saat berhasil hidup kembali. Benar, raja Arthur Gaz berhasil dihidupkan. Spoiler yang mengerikan, bukan? Ah, lupakan. Dalam pernyataannya, raja Gaz sendiri tidak memiliki seorang puteri (anak), dan Chaika sendiri adalah nama sihir yang dipakai raja Gaz, atau bisa juga disebut alat. Karena memang bertujuan untuk mengumpulkan potongan tubuh raja Gaz.
Dan untuk Guy (ギイ), ah saya masih tidak mengerti, dia ada banyak sekali. Dan tiba-tiba saja tubuhnya berubah menjadi raja Gaz.

Cerita
Ceritanya enggak mondar-mondir, 10 episode ternyata memang cukup dengan dibalut akhir yang memuaskan.
Juga, menggunakan alur maju dengan beberapa kilas balik yang tidak berkepanjangan.

Grafis
Yang membuat saya tertarik dengan kartun ini adalah senjata yang dipakai Chaika Trabant, efek grafis dari sihirnya epic.
Penggambaran karakter Chaika juga bagus, tapi tidak dengan Tooru, bagaimana ya …, saya tidak terlalu suka desainnya.

Oh, grafis endingnya klasik bukan ya? Saya bingung menyebutnya, tapi bagus. Seperti Doodle Art, tapi sepertinya bukan.

Karakter
Saya bingung bagaimana menulisnya, ada banyak sekali Chaika dengan karakter yang berbeda, tapi yang paling menonjol memang Chaika Trabant dan Chaika Bohdan. Dan jujur, saya lebih menyukai Chaika Bohdan (Merah), ganas tapi malu-malu kucing.
Saya tidak akan membicarakan Tooru dan Akari, yang jelas mereka prajurit bayaran yang setia bagaimanapun keadaannya.
Dan untuk Fredrica, saya sangat menyukai suara karakternya, Mbak Chiwa memang pantas mengisi Fredrica daripada Illya Hitam di Fate/Kaleid Liner-Prisma☆Illya.

Musik
Jujur, saya tidak terlalu menyukai lagu pembuka maupun penutup. Padahal tiap saya nonton tidak pernah melewati (skip) Lagu pembuka maupun penutup.
Efek suara sudah pas, terutama efek suara tembakan yang dibalut sihir. ah, saya memang maniak senjata api.

Kenikmatan Menonton
Meski saya menunggu-nunggu musim keduanya, tapi saya kebalap maratoning sama Psycho-Pass 2.
Jadi ya …, dibilang menikmati memang menikmati, hanya saja tidak terlalu. Tapi setiap episode yang saya tonton benar-benar tidak dipaksakan.


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 9
Karakter: 8
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 8.0/10


Komentar:
[00:07] <Einzbern> Kalau saya tidak salah ingat dimusim pertama, Chaika Trabant bertemu dengan Chaika lain
[00:07] <Einzbern> baru muncul juga di musim kedua koh
[00:10] <&tono2> baj Chiwa memang pantas mengisi Fredrica fdaripada Illya Hitam di Fate/Kaleid Liner-Prisma☆Illya.
[00:10] <&tono2> gole nulis ra bener bgt
[00:10] <Einzbern> Dan untuk Guy (ギイ), ah saya masih tidak mengerti, dia ada banyak sekali.
[00:10] <Einzbern> wkakwakw, nyong ngakak koh macane
[00:10] <&tono2> guy naruto brrt
[00:10] <&irzie> udu ih
[00:10] <&irzie> kae mah bencong
[00:10] <Einzbern> “dia ada banyak sekali”
[00:10] <Einzbern> wong hologram ya akeh jelas
[00:11] <Einzbern> Dan tiba-tiba saja tubuhnya berubah menjadi raja Gaz.
[00:11] <Einzbern> yg tubuhnya berubah jadi raja gaz kan tubuhnya si chaika item
[00:13] <Einzbern> ending’e jarku rush bgt.. kau gk merasa van?
[00:13] <&irzie> ngerasa
[00:13] <&irzie> BANTER BANGET
[00:14] <&irzie> tembe urip wis mati ╮(╯-╰”)╭


Gambar: 「Fe」

Dan buat kamu yang ingin berbincang-bincang, yuk mampir ke #kunime@irc.rizon.net

5 gagasan untuk “[Ulasan] Hitsugi no Chaika: Avenging Battle

  • 23 Desember 2014 pukul 07:31
    Permalink

    The graphic effects to Chaika are definitely the most note-worthy. And funny you should mention. I did not really think much about the opening and ending theme songs either. Season 1’s were much better.

    Good review as always.

    Balas
    • 23 Desember 2014 pukul 18:55
      Permalink

      sasuga cassandra-dono

      do you even understand indonesia?

    • 23 Desember 2014 pukul 21:39
      Permalink

      No but have a good translator on my laptop. I would love to learn Indonesian but I always have too much stuff going on in my life. Maybe one day.

    • 23 Desember 2014 pukul 21:55
      Permalink

      wow, that’s great!
      hope you a good luck!
      and thanks for commenting on this shitty blog :D

    • 24 Desember 2014 pukul 00:19
      Permalink

      ^ Yeah, it’s true. ( ಥ_ಥ)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: