[Ulasan] Harmony

Tadinya mau mengulas Baja Biru Cadenza, tapi enggak jadi. Habis nonton Harmony langsung mengetik apa yang diingat, biar enggak lupa. Sekalian langsung posting, deh.

Omong-omong, kayaknya ini kali kedua saya mengulas Project Itoh. Sebelumnya sudah ada Glass to Hana.

Cerita
Saya masih belum begitu paham inti cerita yang disampaikan. Tapi kesimpulan yang saya dapat, di dunia ini semua orang terpasang WatchMe, alat itu seperti mengendalikan organ dalam manusia bila ada keadaan yang tidak normal. Yang intinya, sudah tidak ada yang namanya penyakit. Semuanya sehat. Bahkan umur 70-an tahun masih terlihat segar.
Tapi, menciptakan manusia sempurna tanpa penyakit adalah hal mustahil dilakukan, soalnya penyakit tetap muncul, tapi lebih ke menyerang mental. Entah apa penyebabnya, masih banyak yang melakukan tindakan bunuh diri dan melakukan hal diluar kebiasaan atau yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat sosial.  (Koreksi bila saya salah)

Oh, iya, di sini cukup menarik di mana semua dilakukan secara online, jadi kalau ketemu orang enggak usah tukar kartu nama, secara otomatis mata kiri yang terpasang alat lensa atau apa pun itu, akan memindai dan mengetahui nama, umur, bahkan riwayat lain. Tapi menakutkan juga, sih. Jadi alat yang terpasang itu bisa berfungsi sebagai kamera, jadi kalau ada yang meninggal, akan diselidiki lewat alat itu. Nah, yang menakutkan adalah bukankah itu sama saja mengawasi privasi setiap manusia seumur hidup? Rasanya jadi enggak ada yang namanya kemerdekaan.

Oh, iya, meski begitu pun, lensa kameranya bisa dinonaktifkan, jadi apa yang kita lihat enggak akan terkirim ke server pusat. Tapi, bukankah itu bakal jadi masalah? Pasti akan ada banyak pertanyaan pada si individu yang melakukannya.

Btw, degan Cian yang tak terduga membuat saya kaget. haha.

Terlepas dari semua itu, saya kecewa dengan eksekusi akhir ceritanya.

Grafis
Lumayan untuk animasi 3D-nya. Selain itu saya suka cara pengambilan gambarnya. Contohnya saat adegan makan antara Tuan dan Cian, sudut pandang kameranya tidak terfokus pada mereka berdua, tapi bergerak mengelilingi sekitar. Tentu, gambar utama yang ditangkap tetap Tuan dan Cian.

Karakter
Dalam film ini, ceritanya berfokus pada Tuan Kirie, Cian, dan Miach. Tentu saja Tuan yang paling dapat sorotan, soalnya dia memang pemeran utamanya. Miach adalah dalang dalam cerita, sedangkan Cian adalah karakter yang bagaikan tokoh pendukung. Soalnya apa yang dilakukannya tidak mencolok. Tapi dari dialah, awal kisah dimulai.

Musik
Enggak banyak yang bisa saya jelaskan, yang jelas jangan terlalu berharap banyak. Soalnya bagus diawal-awal saat adegan kejar-kejaran pesawat, efek suaranya seperti sedang menonton film layar lebar penuh aksi. Tapi, ke sananya enggak ada yang “WAH” lagi. Mungkin bisa saya sebut ini merupakan genre drama.

Tapi saya suka lagu penutupnya, suara pistol yang menggema pun membuat penonton ikut terbawa suasana.

Kenikamatan Menonton
Meski enggak penuh aksi, tapi ceritanya bikin penasaran dan patut untuk diikuti. Setidaknya itulah yang saya pikirkan setelah dua jam nonton.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 7
Karakter: 8
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.6/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: