[Ulasan] Hana to Alice: Satsujin Jiken

Hana to Alice Satsujin Jiken
Hana to Alice Satsujin Jiken

Kebetulan pas buka situs MAL langsung dapat rekomendasi animasi layar lebar, ini juga tergolong baru meski dalam informasi telah diluncurkan pada Februari 2015. Tapi, judulnya menarik, “Satsujin Jiken” atau dalam bahasa Indonesia artinya “kasus pembunuhan”, setahu saya anime ini pernah dibuat Live-Action-nya tahun 2004, dan … saya pikir “pasti bakalan bagus”, terus terang ini kasus pembunuhan, lo!

Omong-omong karena ini tergolong movie baru, jadi akan ada beberapa spoiler bertebaran.

Cerita
Sebenarnya ini cerija drama, tapi saya usahakan untuk menahan keinginan saya untuk bercerita agar tidak terlalu membongkar isi cerita.

Anime ini menceritakan siswi bernama Tetsuko Arisugawa atau biasa dipanggil Alice-chan dari kata “Arisu” yang pindah ke sebuah SMP. Sejak pertama kali masuk, tatapan semua teman kelasnya benar-benar tidak menyenangkan, pasalnya Alice duduk dibangku kosong yang sebelumnya ditempati oleh siswa bernama Koutarou Yuda. Namun orang-orang menyebutnya “Yudas”. Bangku kosong dalam kelasnya ada dua, yang satu bekas Yuda dan yang satunya adalah Hana Arai.

Karena Alice bingung, tanpa sengaja dia diceritakan temannya mengenai pembunuhan murid dikelasnya setahun lalu. Murid yang tewas adalah Yuda, dan yang membunuh adalah empat orang Yudas. Aneh, bukan? Ini yang membuat ceritanya menarik, kemudian karena Alice penasaran, dia pun datang ke rumahnya Hana karena curiga dengan Hana yang tidak pernah masuk sekolah. Dan mulai dari sana lah Hana dan Alice bertemu lalu memulai penyelidikan.

Yang menarik, mereka tidak menyelidiki siapa pembunuhnya, melainkan mencari korbannya, yaitu Koutarou Yuda.

Dari awal saja sudah membuat saya penasaran, tapi lagi-lagi saya tekankan ini cerita drama yang kadang diselingi komedi, meski sebenarnya enggak lucu-lucu amat. Hanya sebatas ketertarikan saya akan aksi Hana dan kawan-kawan yang dibuatnya. Malah kadang saya terpikirkan, “Pas di SMP dulu aku enggak gini-gini amat, deh”.

Alur ceritanya maju, sampai kasus terungkap mulai ada cerita kilas balik untuk mengungkap kasus. Tapi seru juga, kok.

Grafis
Saya ingat komentar BlurredVision18 dari MAL, dia mengatakan

“Film ini tidak terlihat seperti anime. Terasa seperti menonton orang asli yang berinteraksi secara natural”.

Yah, saya setuju. Ada yang pernah nonton “Aku no Hana”? Kurang lebihnya seperti itu, persis sekali. Namun latar belakangnya digambar dengan sangat epic. Ada yang bilang ini menggunakan teknik Rotoscope, di mana sang animator menciptakan animasi dengan menjiplak dari rekaman video yang dibuat. Kalau dalam gambar disebut “tracing”.

Ini ada beberapa gambar yang saya ambil dan sebarkan lewat tumblr :

http://irzie.tumblr.com/post/129336162221

http://irzie.tumblr.com/post/129271457561

http://irzie.tumblr.com/post/129268485676

Bahkan film ini disponsori oleh:

http://irzie.tumblr.com/post/129337911121

Karakter
Saya hanya akan membahas dua tokoh utama saja, yaitu Hana dan Alice. Alice sendiri wataknya sopan, dia baik, tapi kalau ada orang lain yang menjahilinya dia tidak akan tinggal diam.

Sedangkan Hana sendiri adalah seorang Hikikomori. Tapi, dia menjadi Hikikomori ada penyebabnya dan terungkap saat kasus pembunuhannya terungkap. Hana juga sangat menjaga harga dirinya. Ini terlihat dari cara bicaranya yang kadang terlihat menyebalkan. Tapi, diam-diam dia ini perhatian dengan mengikuti Alice mencari petunjuk mengenai kasus Yuda. Padahal Hana yang menyuruh Alice untuk menyelidiki sendirian. Mungkin Hana kasihan gara-gara Alice sudah mendengarkan celotehan gajenya.

Musik
Sayangnya saya enggak tahu judul lagu penutupnya. Tapi enak didengar.
Efek suara yang diberikan juga terdengar natural, yah … mau bagaimana pun juga ini terlihat seperti nonton “Live-Action”, sih.

Kenikmatan Menonton
Dari awal nonton sudah membuat saya penasaran. Meski ini sebenarnya adalah drama ringan dan grafis yang agak gimana gitu, tapi ini layak untuk ditonton, kok.

Saya bahkan merekomendasikan kamu untuk menontonnya.


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 7
Karakter: 7
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.4/10


2 gagasan untuk “[Ulasan] Hana to Alice: Satsujin Jiken

    • 19 September 2015 pukul 20:33
      Permalink

      Terima kasih, Mbak. :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: