[Ulasan] Hai to Gensou no Grimgar

Kemarin kutipannya, sekarang tinggal ulasannya. Kali ini yang saya ulas adalah anime berlatar gim RPG. Mungkin beberapa dari kalian ada yang menyukai anime bertema seperti ini, apalagi yang penggemar Sword Art Online .

Oh, sebelumnya, mungkin ulasan saya kali akan ada beberapa sedikit spoiler, namun tetap akan saya minimalisir.

Cerita
Anime ini berlatar gim RPG yang terdapat kota bernama grimgar. Asal-usul kenapa bisa masuk ke gim ini masih tidak diketahui. Yang jelas semua manusia yang masuk tidak bisa mengingat kenapa mereka tiba-tiba ada di sana? Bahkan semua yang mereka ucapkan terkadang masih ada yang tidak mengerti maknanya. Misal ketika mereka berkata “HP/Ponsel”, tiba-tiba berpikir “Apa itu HP?”, atau sama sekali tidak ingat dari mana mereka berasal.

Selanjutnya, beberapa orang melakukan petualangan secara berkelompok. Kebetulan tokoh utama dalam anime ini menggunakan sudut pandang pertama, jadi banyak narasi yang diucapkan oleh sang tokoh utama, yaitu Haruhiro. Haruhiro sendiri adalah anggota dari kelompok (dalam gim biasanya namanya party) yang dipimpin oleh Manato. kelompok itu terdiri dari 6 orang. Masing-masing memiliki kekuatannya sendiri, atau sebut saja kelasnnya sendiri-sendiri.

Alur pada cerita ini sangat lambat. Benar-benar lambat bahkan sampai episode berapa masih tetap memburu monster yang sama. Namun di sinilah yang menarik, dengan alur yang lambat seperti ini, tentu saja akan drama yang muncul. Drama yang saya maksud bukanlah seperti SAO, di sini ceritanya memang berlatar gim. Tapi menurut saya yang lebih ditekankan adalah persahabatannya. Bagaimana mereka menangkap musuh, menjual barang yang didapat untuk bertahan hidup, dengan kekuatan masing-masing anggota yang sangat lemah. Bayangkan saja, mereka terus memmburu goblin, monster tingkat bawah dalam gim.

Tapi, entah kenapa ada hal yang membuat saya agak kecewa. Yaitu masih dirahasiakannya kenapa mereka bisa ada di dunia gim. Yang bahkan mereka sendiri tidak pernah menyinggung dunia itu sebagai gim RPG, mereka menganggap itu nyata dan memang seperti itulah seharusnya hidup. Tidak ada yang menyinggung mengapa mereka ada di sana? Tidak ada yang mencari tahu soal keberadaan grimgar dan bagaimana caranya keluar dari dunia itu. Mereka benar-benar mengikuti alur untuk hidup.

Grafis
Menurut saya A-1 Pictures melakukan pekerjaannya dengan baik. Grafis pada anime ini unik dan memang jarang ditemui. Pasalnya penggambaran dalam anime seperti menggunakan metode lukisan. Latar belakang yang berwarna dengan gerakan karakter yang halus. Ditambah cerita yang dibumbui drama terkadang membuat grafisnya cocok sekali ketika sedang adegan sedih.

Terlepas dari itu, adegan pertempuran di sini menurut saya tidak terlalu difokuskan. Karena memang di sini memfokuskan pada cerita persahabatan. Bagaimana mereka bisa hidup dengan bergantung satu sama lain. Soalnya setiap adegan pertempuran tidak terlalu heboh, meski saya akui dalam beberapa adegan bertarung terlihat cukup menarik. Apalagi pas mengeluarkan skill / jurus.

Karakter
Saya hanya akan bercerita soal karakter yang disekitar tokoh utama saja. Yaitu Haruhiro sendiri yang sebagai tokoh utama, ada Manato sebagai ketua grup (party), Ranta, Mogzo, Yume, dan Shihoru. Ditambah satu karakter baru di episode berikutnya yatu Merry.

Pengambilan sudut pandang Haruhiro menurut saya seperi Hachiman pada anime oregairu. Sering bernarasi sendiri, maksud saya berbicara dalam hati mengenai apa yang dia lihat.
Dalam cerita, Haruhiro sendiri kelas pencuri. Beberapa gerakannya sangat lincah bagaikan seorang pencuri. Senjatanya pun hanya sebilah belati.

Lalu ada Manato, dia adalah ketua grup. Tapi entah kenapa apa yang lihat tingkah Manato ini agak mencurigakan. Tapi ternyata hanya perasaan saya saja. Menurut Haruhiro, Manato adalah pemimpin yang bertanggung jawa akan anggota-anggotanya. Dia tidak mementingkan diri sendiri, malah dia melakukan semuanya demi anggota-anggotanya. Kelas Manato adalah pendeta, kalau dalam gim pendeta ini bagian healing (pengisi HP/nyawa).

Ranta, dia anggota yang suka bicara omong kosong. Kalau ada yang bertemu orang seperti ini saya yakin pasti mereka dibuat kesal. Apa yang diucapkan benar-benar tidak dipikir dulu. Asal ngomong, sok kuat, sok pintar, pokoknya sok banget. Ranta adalah kelas kesatria, dia penyerang dalam grup. Memang tidak diragukan, kekuatannya luar biasa.

Mogzo, dia cowok besar yang pandai memasak dan memahat. Entah Cuma perasaan saya atau memang Mogzo ini jarang disorot? Tidak ada yang bisa saya katakan mengenai sifatnya, dia benar-benar netral. Tidak masuk dalam Loveline, perannya juga penting enggak penting. Mogzo saya lupa kelas apa, yang jelas dia seperti tameng dalam grup juga penyerang bila ada kesempatan. Dia sering sekali mengucapkan “terima kasih” saat menebas musuhnya.

Shihoru, dia adalah cewek yang sangat pemalu. Dalam beberapa adegan, dia terlihat sangat dekat Manato. Entah memang masuk Loveline atau memang Manato yang sengaja mendekatkan diri pada setiap anggotanya. Shihoru sendiri kelas penyihir Mungkin karena dirinya yang pemalu, jadi kelas penyihir sangat cocok untuknya (dalam pikiran Manato). Soalnya yang dilakukannya hanya menyerang dari jarak jauh dengan mengucapkan mantra.

Yume, cewek berdialog kansai. Saya suka dengan karakter berdialog seperti ini. Ada keimutannya sendiri. Dia seperti masuk Loveline dengan Ranta meski saya sendiri SANGAT TIDAK SETUJU bila itu benar-benar terjadi. Kelasnya saya lupa, tapi dia memegang panah layaknya Archer. Hanya saja akurasi menembaknya sangat buruk. Jadi skill / jurus yang ia pelajari malah pedangnya bukan panahnya.

Terakhir Merry, dia ini kelasnya sama kayak Manato, hanya saja dia cewek. Dan sepertinya masuk dalam Loveline Haruhiro. Dia bergabung dengan grup kalau tak salah saat diepisode 5. Namun situasi dalam grup saat itu sedang buruk-buruknya. Kelakuan Merry pun tidak disukai anggota terutama Ranta. Untungnya Haruhiro masih berpikir jernih dan tidak mau berburuk sangka terhadap Merry yang tingkahnya bikin kesal.

Setiap anggota pun mulai memercayai Merry dan mendekatkan diri pada Merry. Mereka berusaha memahami. Bukan hanya Merry, setiap anggota juga berusaha memahami setiap anggotanya.

Musik
Lagu Pembuka: Knew day oleh (K)NoW_NAME (eps 1-4, 6-11)
Lagu Penutup:
#1: Knew day oleh (K)NoW_NAME (ep 1)
#2: Harvest oleh (K)NoW_NAME (eps 2-7, 9-11)
#3: Harvest oleh Shihoru (Haruka Terui) (ep 8)
#4: Cultivate oleh (K)NoW_NAME (ep 12)

Untuk musik dalam anime ini sangat bagus dan menyentuh dalam beberapa adegan. Soalnya memang suka digunakan sebagai Insert Song. Apalagi episode 8 lagu penutupnya dinyanyikan oleh Shihoru, eh bukan lagu penutup, sebenarnya masuk Insert Song. Terlepas dari itu, efek suara yang diberikan cukup menarik dan tidak terlalu lebay dalam artian tidak ada adegan lucu seperti penggambaran karakter yang berubah jadi chibi atau semacamnya.

Kenikmatan Menonton
Kalau kamu suka anime seperti SAO, mungkin ini bisa menjadi rekomendasi yang bagus untuk ditonton. Tapi ingat, ceritanya banyak drama dengan alur yang sangat lambat.
Jeleknya, kita dibuat bingung sebenarnya tujuan mereka di kota Grimgar itu apa? Masa Cuma bertahan hidup? Tapi untuk kenikmatan saya akui sangat menarik untuk ditonton hingga tamat. Malah saya berharap akan ada kelanjutannya.


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 8
Karakter: 8
Musik: 8
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.2/10

3 gagasan untuk “[Ulasan] Hai to Gensou no Grimgar

  • 22 Desember 2016 pukul 13:18
    Permalink

    keren review nya xD

    Balas
    • 22 Desember 2016 pukul 13:24
      Permalink

      Ahahaha, thank udah mampir mas.
      Yah, sama-sama mas juga. :D

    • 22 Desember 2016 pukul 13:52
      Permalink

      kwwkkw makasih juga mas tadi dah mampir xD :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: