[Ulasan] Glasslip

Glasslip

 

Saat pertama melihat iklannya saya berpikir sepertinya ini akan menjadi anime yang menarik dimana sudut pandangnya adalah seorang pengrajin kaca. Memang benar setelah melihat episode pertama ada seorang gadis bernama Touko Fukami yang dimana dia menjadi anak dari seorang perngrajin kaca. Namun inti ceritanya jauh dari itu, dimana Touko dapat melihat pecahan atau sebut saja serpihan masa depan dari sebuah kaca. Saat itu disebuah kafe “Kazemichi” yang biasa Touko dan temannya berkumpul muncul seorang lelaki bernama Kakeru Okikura yang mengaku dirinya dapat mendengar serpihan masa depan. Dari situ Touko menyadari bahwa dirinya dapat melihat dan mendengarnya juga.

AWAS SPOILER!!

Glasslip, atau saya sebut “Serpihan Kaca” namun Touko dan Kakeru sering menyebutnya “Mirai no Kakera” yang berarti serpihan masa depan ini bercerita tentang seorang gadis yang dapat melihat masa depan dari sebuah kaca dan seorang lelaki yang dapat mendengar masa depan yang biasanya dari lantunan musik. Yukinari Imi, Sachi Nagamiya, Hiro Shirosaki, dan Yanagi Takayama merupakan teman-teman Fukami Touko. Namun sejak kedatangan Kakeru Okikura persahabatan mereka menjadi renggang. Yanagi diam-diam menyukai Yukinari namun Yukinari sendiri menyukai Touko, dan Touko mengetahui setelah Yukinari menyatakan perasaannya yang dilihat oleh Yanagi. Touko menolaknya dan sejak saat itu kedekatan mereka sedikit menghilang. Kemampuan yang dimiliki Touko lama-lama membuatnya takut karena dapat melihat masa depan, apalagi jika dia melihat hal yang buruk. Dan yang mengetahui kemampuan Touko hanyalah Kakeru sendiri yang dirinya juga dapat mendengar masa depan. Namun seiring berjalannya waktu Yanagi curiga dan dia menganggap bahwa Touko dan Kakeru seperti memiliki keterikatan dan saling memahami satu sama lain. Hal ini juga ternyata diketahui oleh Sachi, gadis berkacamata yang ternyata dia merasakan adanya benda yang berkilauan. Sachi sendiri suka membaca buku, dia juga tahu kalau ada yang menyukai dirinya. Tidak lain adalah Hiro.

Di beberapa episode diperlihatkan kalau Kakeru ternyata memiliki hal yang tidak diduga, seperti dirinya memiliki “diri” yang lain dan dapat berbicara. Kalau saya mengatakan, ada tiga Kakeru dan mereka bisa saling berinteraksi namun tidak dapat dilihat oleh orang lain. Saya sendiri tidak tahu apa maksudnya. Suatu hari Kakeru tidak bisa mendengar serpihan masa depan, alasannya pun tidak diketahui. Dia lalu bertanya pada Touko apa yang dilihat Touko belakangan ini. Namun Touko tak mau mengatakannya dengan alasan tertentu. (Kalau kamu menontonnya pasti mengerti)

Cerita
Alur cerita yang sangat santai dan pelan sekaligus berat. Sulit menebak hasil akhir. Ceritanya pun mengingatkan saya pada anime Ano Hi Mita Hana no Namae wo Bokutachi wa Mada Shiranai dimana sebuah persahabatan terpecah belah hanya karena satu hal, cinta. Hanya saja disini sedikit ditambahkan supernatural yang dimana Touko dapat melihat serpihan masa depan. Sudut pandangnya pun berubah-ubah dari satu ke yang lain, hal ini mengakitbatkan pelannya sebuah jalan cerita. Sudah ada 10 episode anime ini mengudara namun inti cerita masih belum diketahui. Mungkin jika sudut pandangnya difokuskan pada dua karakter, Touko dan Kakeru cerita akan mudah dipahami. Dan menurut saya ceritanya juga masih bertele-tele.

Grafis

Saya menyukai grafis seperti ini, tidak membuat saya bosan melihatnya. Penggambaran latar belakang dan karakter disaat-saat tertentu juga  sangat bagus. Seperti beberapa diantaranya adegan terhenti dan gambar seprti sebuah lukisan.
Karakter
Menurut saya setiap karakter tidak ada perkembangan sama sekali, semuanya masih terlihat misterius. Mungkin ini yang menjadi alasan agar penonton penasaran dan terus menontonnya. Sifat dari setiap karakter menurut saya sudah cukup, karena jika dilebihkan akan terlihat alay. Seperti Hiro, misalnya. Saya menyukai karakternya, cara dia mendekati gadis begitu lucu. Namun terlalu berlebihan.
Musik
Lagu pembuka membuat saya tenang ketika mendengarnya, dan saya menyukai lagu penutup yang dibawakan oleh nano.RIPE. Namun efek-efek suara masih dibawah standar. Terlalu tenang dan tidak ada yang membuatnya spesial, BGM juga jarang. Meski beberapa adegan terkadang muncul.
Kenikmatan Menonton
Alurnya sangat pelan, setiap episode-nya seperti menonton adegan yang sama yang terus diulang-ulang. Tidak ada perkembangan cerita. Semuanya serba misterius.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 9
Karakter: 6
Musik: 8
Kenikmatan: 6
Keseluruhan: 7.2/10


Gambar: Weskalia – @minitokyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: