[Ulasan] Girls und Panzer der Film

Girls und Panzer movie ini benar-benar membuat saya berdecak kagum. Jujur saja saya sudah menontonnya sejak lama. Cuma karena daripada ini blog kosong, jadi saya tonton ulang.

Kemarin juga saya sudah posting kutipannya, dan kali ini ulasannya. Kalau ada waktu besok-besok saya akan memposting beberapa panzer yang digunakan dalam anime ini.
Wah, belum diulas saja apa yang saya pikirkan kayaknya sudah ketahuan, ya. Ahahaha.

Cerita
Masih berlanjut dari serialnya yang di mana mempertahankan sekolah agar tidak dibubarkan dengan ikut menjadi panzerdo. Bedanya, kalau di movie ini timnya gabungan.
Menit awal saja sudah disuguhkan dengan pertarungan dua tim antara Ooarai dan Chihatan melawan St. Gloriana dan Pravda.

Yang serunya, semua durasinya benar-benar hampir penuh dengan adegan bertempur. Durasi penuh dua jam. Hampir 40 menit awal adalah pertempuran yang saya sebutkan di atas. Lalu jeda sebentar dengan sedikit drama, lalu lanjut pertempuran kedua.
Soal drama yang saya singgung sebelumnya, benar ada drama di pertengahan film ini. Meski agak lebay, tapi menurut saya bagus juga biar penonton tahu untuk apa pertempuran kedua diadakan.

Jadi ceritanya sekolah Ooarai ini dibubarkan, nah biar kembali lagi, SMA Ooarai memberanikan diri menantang tim universitas. Sayangnya pertandingan ini menggunakan metode keseluruhan, bukan bendera. Jadi tim yang mengalahkan semua panzer, maka akan menang. Masalahnya SMA Ooarai hanya memiliki 8 panzer, sedangkan tim universitas memiliki 30 panzer.

Lalu, SMA lain yang mengetahuinya pun ikut membantu, diantaranya SMA Chihatan, Pravda, St. Gloriana, Kuromorimine, Saunders, Keizoku, dan Anzio. Mereka menjadi tim gabungan melawa tim universitas.

Grafis
Wah, gabungan 3D dan 2D-nya luar biasa. Saya suka ketika panzernya bergerak. Gambarnya halus dan benar-benar enak untuk ditonton. Detail gambarnya pun tampaknya diperhatikan di sini. Meski ada beberapa atau bahkan banyak adegan yang mustahil bisa dilakukan panzer di kenyataan, tapi saya yakin kalian kalau nonton akan terkesima. Pertempuran 1 jam saja rasanya masih belum cukup.

Karakter
Sebelum ke inti, saya ucapkan selamat ulang tahun buat Isuzu Hana yang berulang tahun tanggal 16 Desember kemarin.
Nah, untuk karakter menurut saya kalau yang mengikuti serialnya pasti sudah tahu, tidak ada yang berubah. Masih konsisten dan saya suka.

Dan serunya, di movie sini semua dikumpulkan jadi satu. Tapi mereka yang memiliki watak berbeda di sini bisa bekerja sama dengan sangat baik, yang tentu diarahkan oleh Miho Nishizumi selaku pemimpin tim.

Masing-masing memiliki perannya sendiri. Bahkan saat pertandingan kedua ini, Katsyusha memiliki dramanya sendiri.
Cuma entah perasaan saya atau peran panzer yang dinaiki Miho dan teman-temannya memang sedikit? Hanya beraksi di menit-menit terakhir.

Oh, saya jadi ingat Mikko, dia ini sopir, eh apa sih namanya kalau pengendara tank? Pokoknya dia ini hebat tapi ngomongnya cuma sedikit. Enggak sampai lima dialog kalau enggak salah. Ahahaha, kasian seiyuunya. Setahu saya Miho Ishigami (seiyuu Mikko) juga baru menyuarakan karakter anime, yaitu Mikko ini.

Musik
Lagu Penutup: piece of youth oleh ChouCho
Jangan tanya deh, pokoknya kalau nonton di bioskop pasti bakal luar biasa. Dari ledakan, tembakan, dan suara-suara panzernya itu benar-benar bikin terkesima dan terdengar relistis.
Oh, iya, cuma perasaanku atau memang

Kenikmatan Menonton
Saya sarankan kamu untuk menonton ini. Kalau perlu tonton serialnya dulu, soalnya ada adegan di mana mereka membahas nama taktik Macaroni. Taktik ini pernah muncul di Episode Anzio dengan judul lengkap “Kore ga Hontou no Anzio-sen Desu!”. Jadi ini adalah taktik mengelabuhi musuh yang memasang panzer (tank) palsu dengan gambar. Kalau dilihat dari jauh benar-benar kaya panzer sedang diam, pas ditembak ternyata cuma papan yang bergambar panzer.


Penilaian
Cerita: 9
Grafis: 9
Karakter: 8
Musik: 9
Kenikmatan: 10
Keseluruhan: 9.0/10

2 gagasan untuk “[Ulasan] Girls und Panzer der Film

  • 20 Desember 2016 pukul 10:25
    Permalink

    emang ajib ini film
    pantes aja bisa tayang di jepang sana lama bgt di bioskop

    Balas
  • 20 Desember 2016 pukul 10:33
    Permalink

    Gara-gara film ini laris, jadi dibuat kelanjutannya yang dengar-dengar akan rilis secara terpisah. Cuma saya masih belum paham maksudnya apa. ahahaha. ε=ε=ε=┌(;*´Д`)ノ

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: