[Ulasan] Denki-gai no Honya-san

Hari ini mengulas denki-ga Honya-san!
Akhirnya nonton juga, setelah kemarin salah tonton dan malah menonton Daitoshokan. Tapi enggak apa-apa, saya terbayarkan dengan cerita komedi yang enak untuk ditonton ini.

Bingung mau ngomong apa lagi. Langsung saja, deh.

Cerita
Cerita yang cukup sederhana dan sangat ringan untuk dinikmati. Anime ini bercerita tentang para karyawan di toko buku yang menjual beberapa perangkat buku seperti komik, novel ringan, doujinshi, dan bahkan memiliki tempat rekomendasi buku bagi pelanggan yang bingung mau membeli buku apa.
Ini adalah anime komedi yang dibumbui sedikit romantis, bahkan beberapa karakter mendapat banyak sorotan dalam adegan dimana mereka hanya berdua. Komedi yang ditawarkan juga hampir selalu membuat saya tertawa terbahak-bahak. Meski hampir semuanya adalah kesalahpahaman belaka.

Grafis
Anime ini menyajikan grafis yang tidak biasanya, maksud saya tidak buruk untuk genre komedi, malah hal inilah yang membuat karakter terlihat lucu dan lucu (imut).

Karakter
Saya tidak menyangka anime ini memiliki kilas balik dari beberapa karakter, hal ini membuat pengenalan karakter menjadi sangat bagus. Dan membuat kita mengerti kalau ternyata memang saat kecilnya “dia” sudah seperti itu.
Oh iya, saya kenalkan dulu para tokoh-tokoh yang bekerja di toko buku:
Pertama ada Umio, dia benar-benar otaku sejati.
Sensei: dia suka ke Umio dan juga dia adalah seorang komikus.
Hio-tan: sepertinya dia yang paling normal, tidak mengenal yang namanya dunia anime atau komik, namun terkadang dia suka membantu Sensei dalam penggarapan komik yang hampir mendekati “Deadline”.
Sommelier: Sapertinya menjadi pengisi suara tokoh ini paling enak, pasalnya dia tidak pernah berbicara sama sekali, namun dia adalah bintang dari Toko Umanohone, seperti yang saya katakan sebelumnya tentang rekomendasi buku untuk para pelanggannya, nah orang yang merekomendasikannya adalah si Sommelier ini.
Fu Girl: Saya mengucapkannya “Fuga-chan”, dia perempuan yang sangat menyukai zombie, dan terlibat adegan romantis dengan Sommelier.
Hameko: Dia sangat suka dengan yang namanya kamera, diam-diam dia suka memotret para karyawan lain bila kesempatan itu ada.
Kantoku: Dia adalah direktur dari Toko Umanohone

Ada juga karakter lain yang bukan karyawan Toko Umanohone namun memili banyak sorotan, seperti Erobon G-Men dan Haruka Tsumori. Juga yang paling mengejutkan diakhir episode adalah manajer Toko yang mendapat sorotan sebagai adegan bonus sebelum tamat.

Oh iya, diakhir episode ada adegan dimana semua karakter melakukan cosplay, yang menarik adalah mereka melakukan cosplay sesuai pengisi suara, misal Umio yang berkostum Sadao Maou, dan dia disuarakan oleh Ryota Osaka yang pernah menyuarakan Sadao Maou di Hataraku Maou-sama!. Dan yang paling tidak asing adalah Kantoku, dia berkostum Kirito, sesuai yang menyuarakan yaitu Yoshitsugu Matsuoka. Ah, saya pikir penggemar Sword Art Online pasti mengenalnya.

Musik
Lagu pembuka: “Kajirikake no Ringo” 「齧りかけの林檎」 oleh Ayana Taketatsu
Lagu Penutup: “two-Dimension’s Love” oleh denk!girls (Para seiyuu dari karakter perempuan Denkgai, seperti Sensei, Hio-tan, Kameko, dan Fu Girl)

Saya sendiri tidak terlalu memperhatikan lagu pembuka maupun penutup, tapi yang saya lihat adalah lagu dengan keceriaan.
Selain itu, kalau enggak salah ternyata ada latar belakang musik (BGM) bagus dengan nuansa sedikit mengharukan di episode tertentu. Ah, lupa episode berapa.

Kenikmatan Menonton
Saya benar-benar menikmatinya, saya suka saat terjadi adegan kesalahpahaman diantara para karakter, lucu lihatnya.


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 8
Karakter: 8
Musik: 7
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.0/10


Gambar: Pixiv

Dan buat kamu yang ingin berbincang-bincang, yuk mampir ke #kunime@irc.rizon.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *