[Ulasan] Daitoshokan no Hitsujikai

Saya sedang ada proyek yang dikerjakan, namanya proyek tersebut adalah “Mayoi”, hanya orang-orang tampan yang tahu. Sekian.


Sebenarnya saya enggak ada niat buat ulas ini anime, cuma gara-gara salah judul, mau nonton Denki-gai no Honya-san malah nyasar ke Daitoshokan.

Daitoshokan no Hitsujikai, anime yang tayang musim gugur 2014 ini merupakan anime bergenre komedi keseharian (Slice of Life) yang dibalut beberapa unsur seperti drama dan supernatural, juga harem.

Cerita
Dimulai dengan seorang pemuda bernama Kyoutarou Kakei―si karakter utama―yang dapat melihat masa depan, dan penglihatannya itu adalah hal buruk yang akan menimpa seorang perempuan, tidak ada pilihan lain, dia pun menyelamatkan perempuan itu. Namun, karena aksinya tersebut, terjadilah kesalahpahaman. Dan dimulailah harem si Kakei. Benar, harem.
Awal cerita berhasil membuat saya tertarik. Enggak ada hal khusus, cuma komedi kesehariannya lumayan sedap dinikmati.
Lalu perlahan muncul drama dan beberapa hal gaib lainnya, menurut saya dalam cerita Daitoshokan sendiri lebih menekankan unsur fantasi (supernatural) pada si gembala. Gembala disini adalah orang-orang yang dapat membaca buku berisikan masa depan orang lain. Oh, iya. Kakei itu kutu buku.

Selain itu, ceritanya terlalu lambat dan terlihat seperti hanya berputar-putar pada satu titik.

Grafis
Entahlah, seni penggambarannya biasa. Tidak ada yang istimewa, hanya saja saya suka saat adegan komedi, beberapa adegan mengubah karakter menjadi cibi atau hanya bentuk muka.
Oh, karena ada unsur fantasi-supernatural, saya harap kamu yang mau nonton jangan mikir macam-macam tentang efek gambar ketika adegan supernatural. Soalnya enggak bakal ada petir, api, atau semacamnya yang keluar.

Karakter
Saya lupa bercerita tentang ekskul perpustakaan. Jadi Kakei adalah anggota ekskul perpustakaan, dan entah apa yang terjadi tiba-tiba menjadi ramai.
Karakter yang akhirnya resmi menjadi bagian dari ekskul tersebut adalah Kyoutarou Kakei, Senri Misono, Tamamo Sakuraba, Tsugumi Shirasaki, Kana Suzuki, Ikkei Takamine, dan si kucing Gizaemon. Ada juga karakter yang bukan anggota ekskul perpustakaan namun sering disorot, yaitu Nagi Kodachi.

Kalau diperhatikan, karakter berfokuskan pada Kakei dan Kodachi, yang lain hanya sebagai tokoh pendukung. Pengenalan karakter pun tidak begitu membantu, kilas balik yang monoton dan tidak adanya hal-hal khusus yang dimiliki para tokoh pendukung.

Musik
Lagu pembuka: “On my sheep” oleh Mitsuki Nakae 「中恵光城」
Lagu penutup: “Aozora to Green Belt” 「青空とグリーンベルト」 oleh Hagumi Nishizawa 「西沢はぐみ」

Tidak ada yang spesial untuk lagu pembuka maupun penutup, hanya saja saya menyukai ilustrasi pada lagu penutup. Digambarkan dengan mbak Shirasaki terduduk dimeja yang terdapat sebuah buku seperti album poto namun poto tersebut merupakan gambar bergerak. (video)

Kenikmatan Menonton
Untuk beberapa kategori seperti bagian komedi kesehariannya, saya cukup menikmati, bahkan ada beberapa adegan yang membuat saya terpincut malu (mulai alay) karena kesalahpahaman suatu karakter. Itu saja.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 6
Karakter: 7
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.0/10


Gambar: zerochan

Dan buat kamu yang ingin berbincang-bincang, yuk mampir ke #kunime@irc.rizon.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *