[Ulasan] Dagashi Kashi

Karena pengin nonton yang lucu-lucu, jadi kepilih ini, deh. Dan, seru juga sih. Tentang jajanan yang dibalut lawakan dengan sedikit bumbu mesum.

Baiklah, langsung saja.

Cerita
Awalnya ada cewek bernama Hotaru Shidare yang datang ke warung jajanan milik Paman You untuk merekrut Paman You bekerja di perusahaan Shidare Company milik ayah Hotaru. Tapi, Paman You menolaknya dengan alasan dia tidak akan meninggalkan warungnya sebelum Kokonatsu (anaknya) menjadi penerusnya. Nah, biar Paman You mau bekerja di Shidare Company, mau enggak mau Hotaru harus membujuk Kokonatsu menjadi penerus bisnis babenya.

Jadi, tujuan cerita ini adalah membuat Kokonatsu meneruskan bisnis babenya menjadi penjaga warung jajanan Shikada. Tapi Kokonatsu sendiri menolak dan dia sudah memiliki impiannya sendiri, yaitu menjadi komikus.

Bagaimanapun juga, semua diatas hanyalah inti ceritanya. Disetiap episode cuma menceritakan jajanan. Misal, cara makan jajanan, jenis, bentuk, rasa, dan lainnya. Meski kadang juga nyenggol ke inti cerita disetiap adegannya, sih.

Yah, terlepas dari itu, ceritanya enggak bikin bosan. Selalu ada hal unik tentang jajanan, dan seperti yang bilang diawal ulasan. “Ada bumbu mesum”. Tapi enggak terlalu ekstrem, paling sudut gambarnya saja yang dibikin mesum, misal lagi makan fokusnya ke bibir, dada, dan semacamnya.

Lawakannya juga enggak garing, sekaligus bikin nostalgia. Pasalnya hampir sebagian jajanan ada di Indonesia dulu. Mungkin masih ada sampai sekarang.

Omong-omong, bagi yang belum paham lawakan di episode 9. Di sana ada permen Un Choco, maksud dari cokelat ini bisa disingkat menjadi UnCho (Unko) atau yang berarti tinja. Tapi, maksudnya sendiri adalah boker (BAB), karena caranya adalah dengan menggoyang-goyangkan bungkusan yang berbentuk binatang, sampai permennya keluar dari lubang pantat di bagian belakang. Permennya sendiri cokelat warna-warni dengan butiran anggur di dalamnya. Makanya Si Saya mikir aneh-aneh. Btw, ini saya kopas dari blog sebelah. Maaf enggak dicantumin.

Grafis
Studio Feel menurut saya (aku) memang bagus, penggambaran karakternya juga enggak ngebosenin. Kadang-kadang ada saja perubahan bentuk karakter pas adegan lawak atau tertentu lainnya.

Karakter
Ada empat karakter + satu pendukung yang sering muncul. Yaitu, Hotaru, Kokonatsu, Endou, Saya + Paman You. Masing-masing punya sifat yang unik, kayak Hotaru yang maniak jajanan tapi sial mulu kalau soal gim. Saya yang suka ke Kokonatsu, sekaligus punya tingkat keberuntungan tinggi, soalnya menang mulu kalau main gim. Bahkan Hotaru sampai panggil “Master Saya”.

Ada pula Endou, kakaknya Saya. Bingung juga jelasinnya, macam karakter pendukung, dia selalu pakai kacamata hitam. Suaranya juga keren-keren cempreng, paling mesum. Logatnya khas. Dan dia ini paling enggak paham soal jajanan, sama kayak adinya, Saya.

Kokonatsu sendiri bisa dibilang tokoh utama di sini, dia anaknya Paman You yang setiap hari jaga warung, tapi dia penginnya jadi komikus. Sifatnya biasa-biasa saja, sih. Tapi hebat kalau soal jajanan.

Terakhir Paman You. Dia babe yang gokil, saya (aku) suka sama pengisi suaranya. Berasa banget orang tuanya.

Musik

Suka sama lagu penutupnya euy, enak bagaimana, ‘gitu, dengarinnya. Lagu pembukanya juga lumayan, malah saya nonton MV penyanyinya dulu dibanding nonton kartunnya.

Selain itu, efek suaranya bikin santai. BGM-nya (lagu latarbelakang) juga enak, sayang saya enggak bisa kasih contoh.
Mungkin besok tek rekam masukin soundcloud kalau enggak lupa.

Kenikmatan Menonton
Dibilang nikmat, saya memang menikmatinya. Tapi entah kenapa waktu nonton ulang, ada satu episode yang bikin malas untuk ditonton, kalau enggak salah yang kilas balik dokter-dokterannya Saya sama Kokonatsu. Untung kecilnya Saya imut.

Cocok buat yang cari tontonan santai dan menghibur.


Penilaian
Cerita: 9
Grafis: 9
Karakter: 8
Musik: 8
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 8.4/10


2 gagasan untuk “[Ulasan] Dagashi Kashi

  • 11 Mei 2016 pukul 04:05
    Permalink

    anime yang menarik meskipun ada beberapa bagian yg garing

    kenapa menarik ? yah karena tentang jajanan yg bisa dibilang 11 12 lah ama negara kita jd lumayan kerasa feelnya itu, yg kasian penonton yg diluar asia yah kaya eropa atau amerika yg gak ngerti arti jajanan kaya gitu

    yah disana kan hampir gada warung gitu,

    Balas
    • 11 Mei 2016 pukul 06:41
      Permalink

      Oh, benar juga. Gk kepikiran sampe situ euy. Soal garing aku akui, malah bisa satu cerita males nonton, atau gk nangkep apa maksud lawakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: