[Ulasan] Charlotte

Halo, halo, salam kenal. Di sini ada titidus, member baru yang kerjanya numpang ngulas gratisan di website owner.

Untuk ulasan pertama, mungkin sedikit mainstream. Saya mau ngulas charlotte. Emang ini udah jadi incaran buat di ulas dari lama. Bukan karena saya ngebias vn key atau apa. Yah, nanti kalian tahu sendiri alasan saya selesai membaca ulasan ini. Langsung saja.

Cerita
Siapa hayo yang baca sinopsisnya di MAL? Menurut kalian kesan dari sinopsisnya gimana? Jujur, saya sama sekali gak tertarik sama sinopsisnya. Tipikal anak-anak gahul SMA yang entah bagaimana punya kekuatan, lalu berkumpul dalam klub/oraganisasi aneh. Klise.

Yah, ada sedikit kejutan di pertengahan series kalau kalian mau sabar. Tapi saya peringatkan saja, kalau sebelum pertengahan episode kalian sudah gak cocok dan merasa bosan dengan ceritanya, saya usul sih kalian stop aja sebelum terlambat.

Setelah pertengahan, cerita menurut saya gak tambah bagus melainkan tambah buruk. Semua hal diburu-buru karena jumlah episode yang tersisa gak banyak. Cerita yang harusnya bisa keren justru malah kerasa jadi lawakan. Akhir yang harusnya punya makna dalam juga jadi berkesan dangkal. Pokoknya cerita justru menjadi amburadul setelah pertengahan, jadi kalau mau drop dari awal aja mumpung ceritanya masih mending.

Grafis
Bicara soal grafis, anime ini dikerjakan oleh P.A works. Bagi yang udah pernah nonton karya P.A work belakangan ini semacam NagiAsu dan Glasslip pasti tahu lah kemampuan studio ini dalam mengolah grafis gak diragukan lagi. Di charlotte, P.A works juga berhasil mengolah graifs dengan baik. Terutama di bagian opening, penggunaaan warna-warna yang tipikal efek kamera android entah kenapa buat saya justru jadi nilai lebih karena kesannya gimana-gitu.

Karakter
Nah ini nih. Menurut saya yang jadi masalah banget dari charlotte adalah soal karakter. Terutama karakter MC-nya, Yuu. Saya merasa pembuat sama sekali gak menganggap si Yuu sebagai manusia, tapi hanya menggap dia sebagai karakter yang emang hidupnya gak penting. Yuu dibikin begini, Yuu dibikin begitu. Kalau perkembangan karakternya jelas mah gak apa. Ini mah beda episode udah beda lagi karakter dianya. Beneran, ini gak manusiawi banget. Apalagi Yuu di episode akhir yang di—ah! Gak boleh spoiler.

Karakter lainnya juga sama parahnya. Sebagai love interest Yuu, kita dikasih Tomori yang half-tsundere. Tomori itu aneh menurut saya. Tingkahnya gak normal, kadang juga gak konsisten. Tomori bisa menghajar laki-laki dengan mudah tapi di satu-dua episode dia jadi beneran gak berdaya. Dan saya gak bisa nemu alasan kenapa dia harus jadi gak berdaya.

Dua support lainnya juga gak dapet banyak peran penting untuk main plot, sekiranya mereka ada hanyalah untuk joke dan plot di awal. Mereka bahkan gak disinggung atupun muncul disaat-saat penting, bener deh mubazir banget ada karakter yang kayak gini.

Terus ada adik Yuu, Ayumi, yang belum apa-apa untuk sebagian orang dia udah kerasa nyebelin karena kelakukannya. Sayang sekali bahwa Ayu gak dapet banyak waktu untuk menonjol, yang jadinya saat dia menggerakan main plot menurut saya impactnya kurang banget.

Tapi yah, ini semua sebenarnya adalah karena pemangkasan cerita. Staff sendiri bilang mangkas cerita Jun Maeda itu susahnya bukan main. Emang dia kalau nulis cocoknya untuk cerita panjang, jadi gak pas aja kalau dimasukin ke media anime berisi 13 episode. Seandainya saja durasinya lebih lama…

Musik
Kalau soal musik. Lagu openingnya adalah lagu yang terus bertengger di puncak salah satu halaman anime yang saya ikuti. Memang gak bisa dipungkiri, lagu openingnya bener-bener bagus. Judulnya Bravely You.

Selain lagu opening, kita juga disuguhi insert song berupa lagu dari band fictional di series ini yang bernama Ziend. Lagu-lagu ziend sendiri ada yang bagus dan ada yang tidak. Mungkin karena genre-nya gak biasa di dengar jadi ada beberapa yang terkesan aneh /ini untuk saya sih.

Kenikmatan Menonton
Saya menonton charlotte 13 episode gak merasa dapat kenikmatan sedikitpun. Episode awal dibawa dengan membosankan dan sebuah episode baseball gak bagus amat yang meninggalkan kesan malas menonton. Menunggu hingga episode 6 yang merupakan titik balik, saya mengharapkan sebuah gebrakan yang bikin saya niat nonton, justru saya dapat kebalikannya. Episode 7, saya merasa tertarik dengan tema yang diangkat tapi di episode 8 pattern-nya kembali ke awal. Episode 12,ini apa coba makdsudnya?. Epsode 13, kebut-kebutan gitu jadi gak nikmat. Endingnya bahagia, tapi saya gak merasa bahagia :v

Yah, pokoknya kalau kalian orang yang detail. Kalian pasti merasa kecewa sama Charlotte ini. Tapi kalau kalian Cuma penikmat yang nonton apa aja yang menurut kalian rada rame, kalian pasti gak masalah sama Charlotte. Banyak kok temen saya yang suka sama ini anime. Intinya, kenimatan nonton charlotte ini tergantung orangnya masing-masing. Jadi untuk itu, saya kasih nilai netral di poin ini.


Penilaian:

Cerita : 3/10
Grafis : 8/10
Karakter : 2/10
Musik : 8/10
Kenikmatan : 5/10
Keseluruhan : 5.2


Akhir kata, saya emang sadis dalam menilai anime. Kalau kalian gak setuju sama ini ulasan dan mau argumentasi ya silahkan aja. Tiap orang kan punya pendapat masing-masing.

7 gagasan untuk “[Ulasan] Charlotte

  • 5 Oktober 2015 pukul 20:07
    Permalink

    Saya aja udah lengkap episodenya tapi belum ditonton sama sekali haha XD
    Ulasannya jadi pendukung saya buat nonton (≧∇≦)

    Balas
  • 27 Oktober 2015 pukul 13:44
    Permalink

    Baru sadar blog ini mirip Heroin heroin apa tuh Waaaa :garukpala #udah 1taun tobat gak liat anime setelah LH & SAO dan Op yg char jadi terlalu kanak2 dan naruto yang berpasangan dgn sakura
    Duh jadi curcol.

    Keren nih site ane boleh gak yah sering mampir ^_^

    Balas
    • 27 Oktober 2015 pukul 14:51
      Permalink

      Wah, monggo, mas.
      Terima kasih sudah mampir ke blog yang sederhana ini …(_ _).

  • 31 Januari 2016 pukul 00:36
    Permalink

    Setuju… Saya pribadi sih suka dengan karakternya (Tapi cuma Tomori doang :)) Openingnya Bravely You juga bagus banget sumpah. Tapi keselnya itu di pertengahan episode.. Dan akhirnya juga terlalu buru-buru. Tapi saya terharu sama kisah cintanya Yuu dan Tomori di akhir. Jujur sampe sekitar 2 minggu anime itu masih terngiang ngiang di kepala cuma gara gara 2 episode terakhir di bagian Yuu X Tomori-nya doang hahahah… Btw Jun Maeda ini emang jago banget masalah musik di anime. Karya karyanya seperti Clannad After Story (belum tonton) katanya bagus banget. Sekalian tolong kunjungin blog saya ya min, saya juga kadang review-review anime gitu, meskipun gak sejago mimin-nya…

    Balas
    • 7 Maret 2016 pukul 14:24
      Permalink

      Yah, memang mengikuti charlotte ini punya potensi bikin kesel karena tempo penceritaan yang gak banget. Kalo kamu menyukai bagian akhir yang menyentuh dari kisah Yuu x Tomori, saya rekomendasi banget kamu untuk nonton clannad after story. Di sana, ada banyak kisah lain yang lebih menyentuh. Setuju banget sih, kalo masalah ost bikinannya sepuh Jun. Ya sip, nanti dikunjungi blognya. Kalau mau review mah review aja gan, ngereview itu kasih tau pandangan kita jadi gak perlu jago kok.

  • 1 Mei 2017 pukul 12:15
    Permalink

    Ini sih bener ulasannya karena Aku sudah tonton dari episode 1-13 memang di bagian episode pertengahan dan bagian episode terakhir sedikit buat orang kecewa terutama di bagian akhir karena menurut saya yahhh gimana ya ingin ada kelanjutannya. Yahh ini cuman komentar ya jangan di anggap serius ya, yang minat nonton ya

    Balas
    • 4 Mei 2017 pukul 00:22
      Permalink

      Well, saya sendiri belum nonton.
      Ini yang ulas bukan saya. Tapi kalo denger-denger dari orang yang udah nonton, bagus diawal doang karena ini merupakan cerita original dan memang bikin penasaran.
      Kalau dibilang ada kelanjutannya atau gk, menurutku saya enggak mungkin ada. Contoh aja Angel Beats yang katanya satu pembuat dengan Charlotte. Sampai sekarang cuma ada OVA nya aja kan? Yah, itu sih pendapat saya. Huehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: