[Ulasan] Blame! Movie

Blame movie

Harusnya ini dipublikasikan lima hari lalu, tapi sayanya malah berhenti mengulas. Belum lagi semalam bandwith malah habis. Jadi tambah lama lagi. Dan baru sekarang dipublikasikan.
Padahal seminggu ini trafik kunime sedang bagus-bagusnya, terima kasih buat yang sudah mampir, baik yang hanya lewat, berkomentar, sampai memata-matai sang pemilik, yaitu saya. Huehehehe.
Kali ini saya ingin mengulas film layar lebar original dari Netflix. Seperti apa film-nya? Langsung saja saya bahas.

Cerita

Konsep ceritanya bagus, berlatar masa depan di mana manusia bingung untuk mencari tempat tinggal. Diawal cerita saja, ada sekelompok manusia yang pergi ke luar zona aman untuk mencari makanan. Yah, memang setok makanan di tempat tinggalnya sudah mulai habis, apalagi yang tinggal tidak hanya satu atau dua orang. Tapi banyak.

Sebelumnya manusia memiliki Net Terminal Gen. Dikatakan Net Terminal ini adalah sebuah perangkat
yang dapat melindungi, atau lebih tepatnya tetap membuat manusia diakui keberadaannya. Nah, di masa ini banyak manusia yang tidak punya.
Akibatnya, bila asal pergi dan bertemu menara pengawas, maka Safeguard memusnahkan. Benar, di bunuh. Makanya dibuatlah kelompok pemburu untuk mencari makanan.
Sebagai informasi, tempat tinggal manusia atau yang disebut desa memiliki perlindungan khusus yang membuat Safeguard tidak bisa masuk. Saya sendiri menyebutnya zona aman.

Latar tempatnya seperti reruntuhan kota. Memang dikatakan tadinya manusia memiliki sebuah kota yang indah, tapi entah alasan apa, robot besar yang disebut-sebut arsitek membuat ulang kota menjadi sedemikian rupa, bahkan tidak beraturan. Sebagai informasi, kalau manusia memiliki Net Terminal Gen, maka manusia bisa memerintah arsitek untuk berhenti melakukan pembangunan.

Sedikit kelemahan dari cerita ini, yaitu tidak adanya kilas balik atau asal-asul kenapa bisa menjadi seperti ini. Kenapa kota sudah tidak beraturan seperti ini?
Tiba-tiba sudah hidup dalam ketidakpastian. Bahkan ketika muncul Killy, seorang manusia yang mencari Net Terminal Gen, dikatakan dia datang ribuan lantai dari bawah.
Bukankah artinya masih banyak misteri yang tersembunyi? Saya saja penasaran ribuan lantai ke bawah itu seperti apa.

Alur cerita yang terus maju membuat penonton melupakan apa yang sebenarnya terjadi. Film ini memang menyuguhkan cerita dengan satu masalah dan langsung diselesaikan tanpa harus memberitahu apa alasannya.
Enggak paham, ya? Intinya sih, kurang penjelasan mengenai konsep cerita.

Grafis

Kalau yang tahu Ajin, grafisnya persis seperti itu. 3D tapi dengan gerakan halus dan sangat bagus.
Betah deh pokoknya kalau nonton, meski 3D.

Karakter

Enggak disangka banyak seiyuu papan atas yang ikut andil dalam film ini. Diantaranya seperti Saori Hayami, Kana Hanazawa, Sora Amamiya, bahkan Ayane Sakura pun ikut. Tapi sayang hanya sebatas cameo. Yang muncul diawal-awal saja.
Awalnya saya pikir Hayamin mengisi dua karakter, ternyata yang satu Sora Amamiya. Saya suka enggak teliti. Cuma karena depannya sama-sama “S”, saya langsung menyimpulkan Hayamin, ahahaha. Pantas suaranya berbeda jauh.

Sulit menjelaskan sifat karakter dari film ini. Tokoh utamanya adalah Zuru. Seorang gadis yang bisa dibilang dia ini sudah memiliki pengalaman bertempur. Terlihat dari tenangnya dia bertindak ketika bertemu Safeguard. Tidak seperti teman-temannya yang sangat takut hingga membuatnya kebingungan.
Lalu sebelumnya saya sempat menyinggung Killy. Yap dia ini mengaku sebagai manusia yang mencari Net Terminal Gen. Nah, saat bertemu Zuru dan kelompoknya, Killy bertemu Cibo. Cibo ini sebuah robot wanita yang ada di bawah desa. Cibo ini dulunya manusia, dia seorang ilmuwan yang menemukan sebuah perangkat seperti Terminal Gen untuk membuat manusia diakui keberadaannya.
Alasan kenapa desa aman dari Safeguard adalah karena alat yang dibuat Cibo ini. Misi Cibo hampir sama seperti Killy, yaitu membuat perangkat yang menyamai Net Terminal Gen. Sedangkan Killy mencari manusia yang memiliki Net Terminal Gen.

Musik

Lagu Penutup: Calling you oleh angela

Film itu bakal hidup kalau ada latar musiknya. Sayangnya film ini bergenre dark, dan jarang ada musik latar. Benar-benar sepi. Tapi pas adegan gelut, luar biasa keren!

Kenikmatan Menonton

Saya sediri menikmati dari awal hingga akhir, hanya saja seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Masih kurang penjelasan tentang ceritanya. Jadi berasa kurang lengkap.
Buat kamu yang suka film aksi, ini cocok buat nonton bareng keluarga.

 

 


Penilaian

Cerita: 9
Grafis: 8
Karakter: 8
Musik: 6
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.8/10

2 Comments

  1. Studio Ajin dan Blame ini sama, yaitu Polygon pictures. Kalau 3D saya yakin Polygon Pictures bisa di bilang bagus, kalau masalah grafis yang unlimited budget menurut saya itu ufotable yang memproduksi Tales Of Zestiria

    • Yap, bener banget. Tapi kalo Ufotable saya lebih prefer Fate series. Grafisnya menakjubkan, apalagi adegan gelutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *