[Ulasan] Back Street Girls: Gokudolls

Tiga Anggota Gokudolls
Tiga Anggota Gokudolls

Back Street Girls merupakan anime yang diadaptasi dari manga berjudul sama karya Jasmine Gyuh, yang diserialisasikan sejak Maret tahun 2015 yang kini dijadikan anime oleh J.C.Staff dengan total 10 episode yang telah tayang musim panas tahun 2018 lalu.

Animenya sendiri unik, yaitu tentang anggota yakuza yang dipaksa transgender untuk menjadi idol. Apa yang kalian pikirkan? Menarik? Lucu? Aneh? Atau malah pikiran “liar”? Begini menurut saya.

Cerita

Cerita Back Street Girls ini memiliki konsep yang cukup unik, seperti yang saya sebutkan yaitu tentang tiga orang cowok yakuza dipaksa ganti kelamin untuk menjadi grup idol bernama Gokudolls. Bisnis idol ini sedang naik daun dan benar-benar menjanjikan terutama untuk keuangan yakuza itu sendiri.

Setiap episode-nya kita hanya disuguhkan oleh keseharian tiga orang yakuza yang menjadi idol ini, mulai tampil dipanggung, ketemu penggemar, latihan menyanyi, bertingkah seperti cewek sungguhan, dan masih banyak lagi.

Yang seru adalah tingkah laku mereka yang ganas dan kasar karena memang seorang yakuza tapi dipaksa untuk feminin. Komedinya sendiri biasanya dengan adegan kesalah pahaman yang menjadi daya tarik di sini. Misal ketika diwawancara atau dalam acara tertentu yang orang lain mengira hidupnya enak padahal aslinya ganas banget. Pokoknya yang orang lain pikirkan berbeda dengan yang Gokudolls pikirkan.

Meski sudah menjadi perempuan idol, tapi mereka bertiga ini masih tetap menjalani kehidupan yakuza dibawah bosnya sekaligus produsernya, yaitu Kimanjirou Inugane. Bahkan Inugane ini enggak segan-segan untuk melakukan kekerasan pada mereka bertiga bila melakukan kesalahan. Tapi justru di sininya yang menarik karena kita masih akan disuguhkan dengan kehidupan yakuza yang hanya saja tersampulkan oleh label idol.

Tidak hanya menceritakan keseharian Gokudolls, anime ini pun kadang sedikit menceritakan dari sudut pandang lain seperti penggemar Gokudolls sendiri yang sangat maniak hingga selalu datang disetiap penampilan, pemilik warung makan yang dihampiri acara Gokudolls, dan masih banyak lagi yang nantinya menjadi cerita serius kareba ulah Gokudolls. Kok begitu? Nah, ini serunya. Jadi nanti muncul musuh-musuh Gokudolls yang ingin menghancurkan Gokudolls karena alasan telah menjadi korban yang membuat kehidupan seseorang hancur.

Baca Juga:  [Ulasan] Punch Line

Dalam kasus penggemar tadi yang jadi korban adalah ibunya, karena sudah tidak kuat dengan anaknya yang benar-benar maniak hingga akhirnya benar-benat sudah tidak tertolong harus diapakan anaknya.

Terus nanti akan ada perkumpulan korban Gokudolss dan bersatu untuk menghancurkan Gokudolls? Berhasilkah mereka melakuan misinya? Saya belum tahu, karena memang baru nonton sampai episode lima. Semoga saja akan menjadi awal yang seru untuk kedepannya.

Grafis

Penggambarannya sendiri menurut saya sama seperti ala ala anime kasar lainnya. Meskipun dilabeli idol, tapi jangan harap akan ada penampilan keren. Fokus cerita ini hanya pada kehidupan anggota Gokudolls sebagai yakuza yang mencari uang dengan menjadi idol.

Kalau digambarkan bisa dibilang anime ini banyak teriak-teriaknya. Kalian tahu sendiri kan kalau anime yang bertema kasar apalagi yang ada yakuzanya? Pokoknya begitu, deh.

Karakter

Terus terang sikap dari setiap karakternya belum jelas. Yang saya tahu hanya grup idol bernama Gokudolls dengan memiliki anggota bernama Chika Sugihara, Airi Yamamoto, dan Mari Tachibana. Mereka bertiga benar-benar memiliki perawakan yang cantik, pokoknya cocok banget jadi idol.

Mereka ini juga sangat dekat apalagi sudah bersama sejak bergabung jadi anggota yakuza. Bahkan panggilan mereka pun masih tetap sama seperti saat masih menjadi pria yakuza dengan sebutan “Aniki” atau kakak yang memang dianggap untuk menghormati sekaligus menganggapnya sebagai saudara seperjuangan.

Meski nanti ada sedikit cerita yang memperlihatkan kehidupan mereka sebelum dan sesudah menjadi idol, tapi menurut saya masih belum lengkap dan memang tidak terlalu ditonjolkan. Hanya sebatas menjadi kilas balik dari sebuah cerita yang ada. Misal dulunya punya pacar, terus punya ayah yang baik, dan sebagainya.

Baca Juga:  [Ulasan] Girls und Panzer der Film

Oh iya, nantinya anggota Gokudolls sendiri akan bertambah. Jadi tidak hanya tiga orang saja, meski memang tim utamanya tetaplah mereka.

Musik

Lagu Pembuka: Gokudoll Music 「ゴクドルミュージック」 oleh Gokudolls Niji Gumi 「ゴクドルズ虹組」 
Lagu Penutup: Hoshi no Katachi 「星のかたち」 oleh Gokudolls Niji Gumi 「ゴクドルズ虹組」

Jujur lagu pembuka dan penutupnya benar-benar terkesan banget idolnya. Meski dengan ilustrasi gambar yakuza yang kental tapi masih memiliki lagu yang khas banget idolnya.

Kenikmatan Menonton

Saya sendiri sudah berkesan banget nonton episode satunya, impaknya dapet banget sampai bikin ketagihan, tapi terus terang memang ada sedikit-sedikit bosannya karena memang memiliki cerita per bab. Jadi dalam satu episode memiliki beberapa alur cerita tapi tetap setiap alurnya berkaitan.

Untungnya masuk episode 5 ini ada inovasi baru dengan menambahkan musuh Gokudolls. Ini yang menjadi daya tarik saya kedepannya akan bagaimana.

Buat yang cari anime komedi mungkin ini bisa jadi rekomemdasi untuk kalian. Tapi saat nonton untuk dicerna dulu makana lawakan yang disampaikan, ya. Soalnya memang disampaikan dengan cara kasar yang khas ala yakuza.


Penilaian

Cerita: 7
Grafis: 7
Karakter: 6
Musik: 6
Kenikmatan: 7
Keseluruhan: 6.6/10

irzie

Seorang pengulas amatir yang ingin terus meningkatkan kemampuannya. Ada perlu? Kontak saya di twitter @irzie_

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.