[Ulasan] Asobi Asobase

Kasumi, Hanako, dan Olivia
Kasumi, Hanako, dan Olivia

Setelah hampir 9 bulan akhirnya saya bisa kembali mengulas. Ada banyak faktor yang menyebabkan saya tidak bisa mengulas, salah satunya saya sedang fokus di web sebelah untuk melunasi pekerjaan yang ada. Dan, yah … sudah mulai mengecil dan bisa sedikit menyisihkan waktu untuk mengulas, selain itu saya juga sangat jarang nonton anime, makanya bingung mau mengulas apa? Tapi, kebetulan saya mulai ada waktu buat nonton anime dan judulnya adalah Asobi Asobase.

 

Seperti apa sih animenya? Yuk, langsung saja.

Cerita

Anime ini sendiri bergenre keseharian dan komedi tentang tiga orang siswi SMP yang membuat klub dengan nama Asobinin Kenkyuukai atau disingkat Asoken, tapi karena anggotanya hanya 3 orang, jadi tidak disahkan atau diakui oleh Ketua OSIS. Lalu salah satu siswi tersebut yang bernama Kasumi meminta bila tidak bisa dijadikan klub maka dijadikan Circle, hanya saja entah apa yang dipikiran Kasumi sampai dia lupa menyerahkan formulir pendaftarannya. Jadi hingga saat ini Klub Asoken bukanlah Klub maupun Circle, dan berdiri dengan menggunakan ruang klub secara ilegal / diam-diam, malah sampai punya guru pembina, padahal bukan Klub atau Circle.

Karena genrenya komedi, setiap episodenya memiliki ceritanya sendiri. Kalau kalian tahu anime Danshi Koukousei no Nichijou, yap anime ini mirip sekali dengan itu. Karena per episode bisa memiliki 3 – 4 cerita. Dan setiap ceritanya benar-benar lucu dan bikin ngakak.

Saya sendiri suka animenya soalnya meski anime komedi, kadang ada dramanya sedikit, lo. Meski bukan drama serius dan berkelanjutan, tapi keren karena bisa membuat perasaan penonton berubah-ubah. Selain itu, yang membuat saya suka adalah meski per episode memiliki beberapa cerita acak, tapi alurnya tetap maju dan masih berkaitan dengan episode atau cerita-cerita sebelumnya.

Informasi saja bagi yang enggak tahu apa artinya Asobinin Kenkyuukai. Sebelumnya namanya adalah Asobi Kenkyuubu (Klub untuk Mempelajari Permainan), terus Hanako mengusulkan ditambah “nin” jadi Asobinin Kenkyuukai yang saya terjemahkan menjadi “Mempelajari Kesenangan”. 
Asobinin (遊び人) sendiri artinya bisa dikatakan orang yang sukanya bersenang-senang seperti berjudi, main perempuan, boros uang, pemalas, pengangguran yang sukanya main-main dan sebagainya. Dan Kenkyuukai (研究会) artinya adalah meneliti atau mempelajari. Jadi saya terjemahkan menajdi Klub Mempelajari Kesenangan. Nama ini sengaja Hanako usulkan biar kelihatan Riajuu banget.

Grafis

Asli, waktu pertama dapat berita kalau Asobi Asobase diadaptasi jadi anime, saya sendiri kaget saat liat sampulnya. Soalnya saya kira genre drama, soalnya sampulnya bagus banget. Mungkin bisa dibilang mirip-mirip sama Kuzu no Honkai. Eh, bagaimanapun juga Kuzu no Honkai dan Asobi Asobase dikerjakan oleh studio yang sama sih, yaitu Lerche. Pantas saja mirip.

Terus pas PV-nya rilis, ternyata ini anime komedi. Seakan sampulnya itu menipu banget. Benar deh, soalnya “Kawaii” banget, tapi liat PV-nya ternyata langsung berubah apalagi pas lagi adegan lucunya. Ahahahaha. Jujur saya sama sekali tidak baca manga-nya, makanya enggak tahu kalau ternyata ini adalah anime komedi.

Tapi yah, untuk grafis enggak mengecewakan kok. Cuma kaget saja sama sampulnya. Keseluruhan oke dan tidak mengecewakan.

Karakter

Sebelumnya saya sudah menyebut nama Kasumi, ‘kan? Nama lengkapnya adalah Nomura Kasumi (Saya pakai nama Jepang jadi tidak dibalik, nama depannya tetap Kasumi, ya.). Kasumi ini favorit saya, soalnya karakter megane!! Tapi, dia ini enggak bisa bahasa Inggris. Nilainya saja selalu dapat merah, padahal dimata pelajaran lain dia bagus dan kalian tahu sendiri dong kalau karakter kacamata seharusnya identik dengan murid teladan? Yap, dia memang pandai. Cuma Inggris-nya saja yang kurang. Selain itu, Kasumi ini benci banget sama yang namanya tantangan, soalnya namanya tantangan pasti ada hukumannya, ‘kan? Nah, ini yang pengin banget dia hindarkan. Makanya kalau setiap ditantang main dia mau-enggak-mau harus menang. Satu lagi, ternyata dia ini suka Yaoi.

Yang kedua adalah Honda Hanako, dia ini tidak disangka-sangka paling cerdas. Padahal tingkahnya ini kelihatan paling bego, apalagi dia ini otaku banget. Pokoknya kelakuannya aneh-aneh dan otaknya itu dangkal banget kalau soal kehidupan bersosial, soalnya Hanako ini pengin banget jadi Riajuu atau orang populer, cuma gagal terus. Ujung-ujung jadi kelihatan bego dan aneh. Tapi dari semua itu membuat Hanako ini jadi karakter paling polos. Benar, soalnya fesyen saja dia enggak bisa memilih yang bagus, pengin punya pacar tapi cuma pengin pegangan tangan sama jalan-jalan doang. Pokoknya dia paling polos, deh.

Yang terakhir ada Olivia, dia ini sebenarnya lahir dari orang tua bule. Cuman lahir dan dibesarkan di Jepang, makanya bahasa Jepang-nya lancar banget. Masalahnya, dia ini suka banget jailin si Hanako. Sampai mengaku kalau Olivia ini orang bule asli, bicara bahasa Jepang-nya saja sampai sengaja terbata-bata kayak orang baru belajar bahasa Jepang, padahal mah aslinya lancar pakai banget. Dan Olivia ini paling bego dari dua teman lainnya, soalnya pelajarannya saja dapat merah semua. Pokoknya paling malas yang namanya belajar.

Musik

Lagu Pembuka: Suripisu 「スリピス」oleh Hanako, Kasumi, dan Olivia.
Lagu Penutup: Inkya Impulse 「インキャインパルス」oleh Hanako, Kasumi, dan Olivia.

Untuk lagu pembuka benar-benar mengilustrasikan persahabatan Hanako, Kasumi, dan Olivia. Malah jadi enggak kelihatan komedinya. Lagunya juga bagus, enak untuk didengarkan. Dan lagu penutupnya sendiri malah Metal, Rock banget. Ahahaha. Tapi bagus, lo. Seriusan saya enggak ada melewatkan lagu pembuka dan penutup setiap episode-nya.

Efek suaranya sendiri cocok dan klop. Pas banget ketika drama atau ketika komedi. Jadi membantu banget apalagi pas lagi seru-serunya, latar suaranya jadi ikut menegangkan.

Kenikmatan Menonton

Saya suka dan sangat enjoy saat menontonnya. Lumayan tontonannya asyik buat menghilangkan penat di hati. Oh iya, buat yang dibawah umur tolong nontonnya didampingi, ya. Kadang suka ada adegan dewasanya. Meski enggak dewasa-dewasa banget, sih.


Penilaian

Cerita: 9
Grafis: 8
Karakter: 7
Musik: 9
Kenikmatan: 10
Keseluruhan: 8.6/10

irzie

Pengulas anime di Kunime yang hampir setengah tahun tidak mengulas. Sekarang kembali dengan penampilan baru namun tetap memakai gaya lama. Twitter: @irzie_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.