[Ulasan] Arslan Senki (TV): Fuujin Ranbu

Karena bingung mau apa, dan kebetulan siang tadi habis maraton Arslan, jadi sekalian saya ulas sambil menunggu tengah malam.
Soalnya internet saya pakai paket tengah malam. Jadi mau bagaimana lagi.

Baiklah, seperti yang saya ucapkan, saya habis maraton Arslan, dan enggak disangka cuma ada 8 episode. Saya pikir bakal sama kayak musim pertamanya. Ternyata 12 episode saja enggak sampai.
Langsung saja.

Cerita
Cerita masih berlanjut dari musim pertamanya. Di musim kedua ini muncul beberapa hal yang mengejutkan, seperti Raja Pars yang kembali dengan istrinya. Lalu beberapa kilas balik dari beberapa karakter. Hanya saja, jumlah episode yang sedikit jadi bikin ceritanya kurang greget. Bukan masalah dipercepat atau apa. Memang saya akui meski jumlah episode yang sedikit, tapi cerita di sini tidak cepat, malah masih sama seperti musim pertamanya, di mana terus maju dengan perlahan dan tetap diberi bumbu kilas balik saat menemui kasus baru.

Grafis
Masih sama seperti musim pertamanya, 3D-nya masih berkesan. Saat adegan mengobrol saja yang sedang perang tetap bergerak. Jadi benar-benar hidup, padahal sudut pandangnya lagi fokus dengan adegan yang lagi mengobrol.

Karakter
Nah, di sini muncul beberapa karakter baru. Misal teman lama Narsus, atau bahkan putri yang dikenal Hermes, malah sampai kakaknya Alfreed yang dari klan zot.
Yang tidak disangka-sangka adalah kembalinya sang raja Pars, yang tidak lain dan tidak bukan adalah ayahanda dari Arslan. Meski Arslan sendiri sadar kalau dirinya bukanlah putra dari Raja Andragoras. Yap, soal ini Arslan sudah mengetahuinya saat di musim pertamanya.
Oh, iya. Kembalinya sang raja tentu saja posisi Arslan tergantikan oleh Raja Andragoras. Malah sang raja memberikan tugas kepada Arslan harus mengumpulkan prajurit sebanyak lima puluh ribu. Dab tidak boleh menghadap raja sampai tugas itu terpenuhi. Kalau masih ingat, Narsus pernah bilang tugas ini sama saja dengan mengasingkan Arslan. Nah dari sini mereka yang bahkan Arslan sendiri yakin kalau dia bukanlah putra dari Raja Andragoras.

Omong-omong soal anak, saya jadi ingat waktu istrinya Andragoras menangis. Dia bilang kalau dia sangat menyangangi anaknya. Yang saya pikirkan di sini malah bukan Arslan, melainkan anak aslinya. Ini masih asumsi saya, kalau menurut saya Arslan memang bukan anak sah, tapi ada yang lain. Masalahnya adalah siapa? Di sini saya enggak punya petunjuk.

Musik
Lagu Pembuka: Tsubasa 「翼」 oleh Eir Aoi
Lagu Penutup: Blaze oleh Kalafina

Oke, ternyata Mbak Eir sama Kalafina ikut serta di Arslan. Jujur saja saya ini suka sama mereka, tapi entah kenapa di Arslan ini malah kurang klop, cocok saat musim pertamanya.

Soal efek dan lain sebagainya saya bingung bagaimana, soalnya enggak terlalu mencolok. Bagaimana pun juga musim kedua ini jarang perangnya, paling bantu-bantu dibeberapa adegan bertarung seperti saat bajak laut atau saat Andragoras kabur. Tapi, yah … cukup, lah, menurut saya.

Kenikmatan Menonton
Saya maraton 8 episode langsung selesai, jadi ya bisa dibilang menarik dan cukup membuat saya penasaran. Kenapa cukup? Soalnya entah kenapa enggak ada gregetnya. Apa saking lambatnya alur cerita, ya?
Apalagi enggak ada pengumuman mengenai kelanjutannya. Atau cuma saya enggak tahu?


Penilaian
Cerita: 8
Grafis: 7
Karakter: 6
Musik: 7
Kenikmatan: 8
Keseluruhan: 7.2/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: