[Ulasan] Aoki Hagane no Arpeggio: Ars Nova Cadenza

Meskipun sebentar lagi semua anime musim semi 2016 memasuki episode 6. Tapi saya masih santai, hutang musim dingin baru lunas Bahamut. Sisanya menyusul dengan perlahan.

Baiklah, kali ini saya akan sedikit mengulas film layar lebar Si Baja Biru. Sebelumnya, yang saya ulas ini adalah movie kedua. Seri TV dan movie pertama enggak saya ulas. Dan saya anggap kamu-kamu semua telah menonton seri TV-nya.

Buat mengingat-ingat, saya ceritakan sedikit movie pertamanya. Jadi, yang pertama itu masih banyak kilas balik dari seri TV. Mungkin 60-70% merangkum seri TV, sisanya cerita baru. Nah, dicerita baru tersebut Gunzo bertemu OSIS Armada Kabut. Tapi, dipenghujung cerita, tiba-tiba muncul pernyataan perang oleh ketua Armada Kabut baru, Musashi. Yang sebelumnya Yamato, namun Yamato karam oleh Musashi. Yang lebih mengejutkan lagi, Ayah Gunzo ada di sisi Aramada Kabut.

Cerita
Akan saya persingkat. Jadi di movie kedua langsung cerita kelanjutannya. Jadi Gunzo berniat melawan Armada Kabut. Dan tentu saja, Gunzo ingin bertemu ayahnya. (Di sini saya enggak akan membahas ayah Gunzo) Diperjalanan, ternyata Iona bertemu Musashi dan entah apa yang terjadi kapalnya dinonatifkan. Yang dengan arti, menjadi kapal biasa tanpa memiliki aura biru lagi. Nah, dari situ Gunzo dan kawan-kawannyalah yang benar-benar mengendalikan kapal tanpa senjata tangguh seperti sebelumnya.

Sayangnya eksekusi akhir ceritanya kurang ngena. Maaf SPOILER ENDING.
Adegan pertarungannya disingkat, tiba-tiba Iona berubah menjadi Yamato dan memimpin seluruh armada kabut.

Grafis
Soal grafis jangan tanya lagi, saya suka perubahan-perubahan kapalnya saat mode temput. Berasa nonton transformer. Keren. Meski karakternya juga dibuat 3D. Tapi itu tertutupi dengan keindahan-keindahan kapal saat berperang.
Terlepas dari itu, Takao akhirnya punya kapal, tapi dia enggak punya meriam super graviton. Dan diganti dengan bor. Keren juga, tapi jadi kelihatan aneh. Kapal OSIS-nya pun ada yang memiliki cambuk, dll.

Karakter
Bingung juga bagaimana menjelaskannya, yang jelas sih saya agak kecewa dengan perubahan karakter pada Iona diakhir cerita. Yah, meski masuk akal tapi terlalu drastis dan sulit untuk diterima oleh saya. (mungkin orang lain bisa menerimanya)
Tunggu, kalian tahu Kongou? Armada Kabut yang kalah oleh Gunzo di seri TV. Ternyata di sini muncul dengan gaya rambut yang berbeda. Wah, senang banget rasanya bisa lihat Kongou lagi.

Musik
Lagu Penutup: Blue Destiny oleh Trident

Asyik juga lagu penutupnya. Terlepas dari itu, efek-efek suara yang diberikan juga bikin dag-dig-dug. Sudahlah, sampai bosan saya bilangnya, pokoknya keren pas adegan kapal perangnya.

Kenikmatan Menonton
Seru dong, cuma enggak seru diakhirannya saja. Jadi enggak bersemangat pas sudah rampung. Kurang greget perangnya.
Yah, keseluruhan ini layak ditonton, kok.


Penilaian
Cerita: 7
Grafis: 9
Karakter: 8
Musik: 7
Kenikmatan: 9
Keseluruhan: 8.0/10


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: