[Ulasan] Alice to Zouroku

Sana Kashimura
Sana Kashimura

 

Alice to Zouroku, anime besutan J.C.Staff yang membuat tertarik para penonton di episode pertama penyangannya. Apalagi durasi yang sampai 40 menit dengan pertunjukkan aksi yang memuka dan benar-benar membuat para penonton seakan tidak sabar untuk melihat kelanjutannya.

Setidaknya itulah yang saya rasakan, mungkin kalian kalau nonton episode pertama juga begitu. Soalnya memang mantap. Memangnya seperti apa sih animenya? Langsung saja saya bahas di bawah.

Cerita

Di episode awal kita akan diperlihatkan pada seorang anak kecil bernama Sana yang kabur dari laboratorium, tempat di mana dia jadi subyek eksperimen. Sebenarnya Sana ini bukanlah manusia biasa. Di episode berikutnya dijelaskan kalau Sana ini adalah bagian dari Mimpi Alice / Alice’s Dream. Saya sendiri tidak begitu mengerti apa itu Mimpi Alice, yang jelas ini masih dalam penelitian dan Mimpi Alice ini membuat orang memiliki kekuatan untuk membuka gerbang batas. Intinya sih bisa memiliki kekuatan yang tidak seperti manusia biasa. Saya beri contoh, bisa menghilang atau teleportasi, membuat barang atau memunculkan sesuatu dengan membayangkannya, dan beberapa macam lainnya. Tapi untuk mengeluarkan kekuatan ini diperlukan energi yang tidak sedikit. Bahkan kadang kalau sudah beraksi, orang tersebut akan sangat kelelahan, dan butuh makan terutama cokelat atau minuman berenergi seperti kita kelelahan karena berolahraga.

Kembali lagi ke awal, setelah Sana berhasil kabur ke arah kota. Dia bertemu dengan seorang kakek bernama Zouroku, dia adalah kakek yang bekerja sebagai tukang bunga. Lalu dimulaila kehidupan Alice dan Zouroku. Oh iya, tentu dia tidak dibiarkan begitu saja. Orang-orang laboratorium pun kelabakan dan akhirnya memburu Sana dengan batuan para orang-orang yang memiliki kekuatan Mimpi Alice. Nah, di sini serunya, kita akan diperlihatkan berbagai macam aksi yang luar biasa dan tidak bosan untuk ditonton.

Sayangnya, anime ini memiliki dua topik (arc) berbeda dalam ceritanya. Sebenarnya dalam suatu film yang memiliki topik berbeda adalah hal yang bagus. Saya kasih contoh Sword Art Online, di mana episode satu hingga tiga belas merupakan topik dari Sword Art Online sendiri, lalu masuk episode empat belas muncul topik baru dengan fokus cerita pada ALfheim Online. Nah, di Alice dan Zouroku pun demikian, hanya saja cerita awalnya berakhir dengan begitu cepat dan seolah dibiarkan begitu saja, lalu langsung pindah ke topik lain dengan tidak mengindahkan cerita sebelumnya. Hmm, bingung ya? Begini, di episode satu sampai lima kita akan dipelrihatkan cerita untuk menangkap Sana yang kabur. Tapi penangkapan itu gagal lalu di episode enam langsung ganti topik seolah-olah para orang-orang laboratorium menyerah untuk menangkap Sana dan membiarkan begitu saja. Lalu di topik kedua ceritanya apa? Di topik kedua ini lebih fokus ke cerita kehidupan Sana. Jadi kita akan dipertontonkan perkembangan Sana menjadi manusia, mulai dari belajar sopan, dan lain-lain, dan sebagainya, dan seterusnya. Sudah kayak anime yang bercerita tentang kakek yang membesarkan cucunya.

Jujur, saya agak kecewa dengan perubahan topik cerita yang begitu mendadak ini. Tapi kalau kita nikmati ceritanya dan melupakan kejadian awal, sebenarnya cukup menarik dan patut buat diikuti.

Grafis

J.C.Staff memang melakukan pekerjaannya dengan cukup baik. Saya tidak mengatakan anime ini memiliki penggambaran yang luar biasa, tapi saya akui aksi di awal episode memang bagus dan sangat menarik. Anime ini memiliki suasana anak kecil, soalnya memang lebih fokus ke Sana Kashimura dan beberapa teman sebayanya. Tapi saya rasa keseluruhan grafis dari anime ini memang cukup memukau.

Karakter

Enggak banyak sih, paling dari Sana Kashimura yang sifatnya agak bandel dan ngeyel. Yah, namanya juga anak kecil, benar-benar hidup dari awal sih. Cara bicaranya pun kelihatan kalau Sana ini masih butuh banyak bimbingan untuk masuk ke kehidupan masyarakat. Terus Zouroku yang agak kolot, tapi sebenarnya sikap dari Zouroku juga diperlukan untuk perkembangan Sana. Kayak orang tua yang suka memarahi anaknya kalau lagi ngeyel, ‘gitu. Ah, entah kenapa malah jadi pengin nonton Usagi Drop.

Oh iya, sebenarnya masih ada misteri lainnya. Kayak orang yang muncul di mimpi alice. Kalau enggak salah Sana sering ketemu dan memanggilnya kakak. Tapi orang tersebut hanya ada dalam dunia Mimpi Alice. Diakhir-akhir episode pun dijelaskan kalau Sana ini tercipta untuk menjadi alat penghubung dunia nyata dan mimpi alice. Apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan Sana, maka akan tercipta pula semua itu pada mimpi alice.

Sekadar informasi, dari apa yang tonton. Orang-orang dari laboratorium yang juga memiliki kekuatan mimpi alice seperti Sana hanyalah manusia biasa yang diambil dan didiberikan kehidupan baru. Tidak seperti Sana yang pada dasarnya memang terlahir dan tercipta dari mimpi alice. Sedangkan orang lain tidak, Hanya saja, jeleknya tidak semua para pemilik kekuatan tidak ikut andil dalam aksinya. Paling hanya Asahi dan Yonaga, si kembar yang ditugaskan untuk menangkap Alice. Tapi sebenarnya mereka baik, kok. Ada juga Miriam C Tachibana, dia ini sebenarnya istri dari seorang prajurit, hanya saja gugur dalam melaksnakan tugasnya. Tapi berkat mimpi alice, dia bisa memiliki kekuatan suaminya. Dibilang kekuatan suaminya, sebenarnya hanya perwujudan tangan yang tak kasat mata oleh manusia biasa. Malah jadi berasa hawa mistisnya.

Musik

Lagu Pembuka: Wonder Drive 「ワンダードライブ」 oleh ORESAMA
Lagu Penutup: Chant 「kotringo edition」 oleh toi toy toi

Asli, saya suka banget sama lagu pembukanya, enak dan asyik buat didengarkan. Untuk efek suaranya sendiri bagus dan klop dengan cerita yang diberikan. Saya sendiri lebih suka ketika menonton adegan aksi diepisode pertama, soalnya seru banget!

Kenikmatan Menonton

Saya sendiri tamat menonton anime ini, meski agak kecewa dengan perubahan cerita di episode enam. Tapi kalau diikuti, malah bikin saya jadi tertarik untuk melihat penyelesaian ceritanya. Buat kamu yang tidak begitu mementingkan perubahan cerita yang signifikan, mungkin ini bisa menjadi rekomendasi tontonan dikala senggang. Tapi jangan berharap lebih, ya.


Penilaian

Cerita: 7
Grafis: 8
Karakter: 7
Musik: 8
Kenikmatan: 7
Keseluruhan: 7.4/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: